“Dengan berbekal kemampuan dan keterampilan yang diperoleh selama melaksanakan latihan pratugas serta berbagai persiapan dan semangat pengabdian yang tulus sebagai prajurit profesional, saya yakin kepercayaan dan kehormatan yang diberikan oleh pimpinan TNI, masyarakat, bangsa dan negara, dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tandas Pangdam.
Selanjutnya Pangdam juga menekankan, setibanya di daerah penugasan agar segera melakukan adaptasi dan selalu waspada. “Kenali betul adat dan budaya serta karakter masyarakat setempat, karena hal ini penting dilakukan guna mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, terutama dari masyarakat,” ujar Jenderal Bintang Dua ini.
Tangis haru dari keluarga anggota prajurit mewarnai pemberangkatan ratusan prajurit Yonif 143/TWEJ untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan (pamtas) RI-Papua Nugini. Salah satu Istri keluarga prajurit mengatakan, dirinya rela melepas keberangkatan suaminya untuk melaksanakan tugas negara ke Papua.
“Awalnya agak berat melihat suami pergi tugas, namun saya tetap bangga dan mendukung tugas suami untuk membela bangsa,” tuturnya, yang terlihat sendu saat ikut melepas suaminya di Pelabuhan Panjang, Lampung.












