PTBA juga berkomitmen mempercepat realisasi proyek strategis pembangunan fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 pada jalur angkutan batubara relasi Tanjung Enim–Kramasan. Pengembangan infrastruktur ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas angkutan dan pemuatan batubara serta mendukung efisiensi rantai pasok.
“Penguatan infrastruktur merupakan bagian dari strategi kami untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis. Kami terus mempercepat pengembangan proyek Tanjung Enim-Kramasan serta fasilitas CHF dan TLS 6–7 agar sistem logistik batubara semakin terintegrasi dan mampu mendukung kebutuhan pelanggan secara optimal,” lanjut Bambang.
Percepat Hilirisasi dan Diversifikasi
Sejalan dengan transformasi bisnis, PTBA terus mendorong hilirisasi dan diversifikasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.
Pada bisnis hilirisasi, PTBA bersama mitra strategis terus mengeksplorasi pengembangan Dimethyl Ether (DME) dan Metanol, termasuk dari sisi teknologi, keekonomian, dan skema bisnis. Perseroan juga tengah mengembangkan Kalium Humat, produk berbasis hasil pengolahan batubara yang berpotensi mendukung sektor pertanian. Saat ini, pilot plant Kalium Humat memiliki kapasitas sekitar 171 ton per tahun, dengan target pengembangan hingga 10.000 ton per tahun.












