Lampung, Sumseltoday.com – Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel, DR. H. Sudirman D. Hury didaulat menjadi Khatib atau penceramah pada pelaksanaan Salat Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Daman Hury Desa Lintik, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung (11/8).
Diketahui, Sudirman merupakan sosok tokoh di Pesisir Barat lantaran kesuksesannya baik ilmu, karir maupun bisnisnya. Namun meskipun demikian, Sudirman tak pernah lupa tanah kelahirannya tersebut, Ia dikenal sebagai sosok yang senang berbagi dan menjadi pengayom masyarakat Krui.
Perayaan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1440 Hijriah atau jatuh pada 11 Agustus 2019 di Krui, Pesisir Barat berlangsung khidmat dan khusuk. Ratusan jemaah Salat Ied sudah berkumpul sejak pukul 06.30 WIB di Masjid Daman Hury.
Setelah melaksanakan salat sunnah dua rakaat berjamaah, H. Sudirman D. Hury yang mengenakan jubah putihnya berbalut sorban merah dipundaknya kemudian menaiki mimbar ceramah.
Dalam khotbahnya yang berjudul ‘Keutamaan Berkurban’, Jebolan S3 Doktor Univertas Padjajaran itu mengingatkan pentingnya berkurban dalam menanamkan rasa belas kasih antar sesama demi mendekatkan diri kepada Allah SWT”
“Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena merupakan hari raya yang menekankan pada arti berkorban. Qurban itu sendiri artinya dekat, sehingga Qurban ialah menyembelih hewan ternak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, diberikan kepada fuqoro’ wal masaakiin,” jelas Sudirman saat di atas mimbar.
Dalam kesempatan itu, Sudirman juga mengingatkan kembali sejarah asal muasal munculnya perintah berkurban oleh Allah SWT dari beberapa peristiwa yang menimpa Nabiyullah Ibrahim AS beserta keluarganya Ismail dan Siti Hajar, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat As-Shaffat ayat 107-110: “Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian. Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,” ungkap Sudirman menyampaikan firman Allah SWT dalam khotbahnya itu.
Sudirman juga mengajak kepada para jamaah Idul Adha memaknai hari Idul Adha saling berbagi serta berkorban untuk kepentingan negeri. “Tepatlah apabila perayaan Idul Adha digunakan menggugah hati kita untuk berkorban bagi sesama kita serta untuk negeri kita tercinta, yang tidak pernah luput dirundung kesusahan. Sebab pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang paling besar dalam sejarah umat manusia itulah yang membuat Ibrahim menjadi seorang Nabi dan Rasul yang besar, dan mempunyai arti besar,” Ujar Sudirman.
Diakhir ceramahnya, sosok lugas dan humble itu kembali menekankan bahwa inti dari ibadah qurban dan haji tidak lain hanyalah agar kita lebih dekat dengan Allah SWT. “Ibadah haji dan ibadah qurban menandakan kita seharusnya semakin dekat dengan Allah. Karena dua ibadah itu menunjukkan adanya pengorbanan dan perjuangan dalam ibadah. Juga menunjukkan bagaimana sikap pasrah dan tawakkal kita dalam melakukan ibadah tersebut. Semoga Allah menerima amalan kita di hari penuh berkah, hari perayaan kaum muslimin, hari qurban.” Ucap Sudirman.
Usai khotbah, para jemaah muslim Krui nampak antusias saling maaf-maafan dan mengabadikan moment tersebut dengan foto bersama Sudirman D. Hury. Satu persatu jemaah diterimanya dengan baik dan penuh kehangatan.
Perayaan Idul Adha di desa Lintik, Krui itu dilanjutkan dengan tradisi Pahakh, Pahakh merupakan adat istiadat yang hingga saat ini masih dijunjung tinggi oleh masyarakat yang dikenal tinggal di Bumi Para Sai Batin ini. (Dr/*)
