Indeks

7 Tusukan, Kadir Tewas Bersimbah Darah

Palembang, sumseltoday.com Diberitakan sebelumnya Abdul Qadir Jaelani (37) atau akrab dipanggil Kadir tewas bersimbah darah di dekat halaman Transmart Studio Palembang, Minggu (22/10/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mul Saputra (37) warga Jalan Radial Lorong Bungur Kecamatan Bukit Kecil Palembang, ditangkap anggota Polsek IB I Palembang saat berada di Kelurahan 26 Ilir Palembang, Senin (23/10/2017) pukul 00.30.

Satu dari tiga pelaku pengeroyokan terhadap Abdul Kadir yang tewas karena mengalami luka tusukan, ditangkap Polsek IB I Palembang.

Dari pengakuan Mul, sebetulnya penusukan korban Kadir berawal dari ia ribut dengan Said saat di lokasi kejadian. Karena, saat ia berada di lokasi Said tiba-tiba membacok tangan kanannya. Tetapi hanya mengalami luka gores.

Kapolsek IB I Handoko Sanjaya ketika menunjukan barang bukti dan tersangka yang diduga menjadi penyebab pembunuhan terhadap Abdul Kadir, Senin (23/10/2017).

“Aku ribut dengan Said, kakak korban. Setelah ribut, ada teman yang memberi tahu adik dan sepupu kalau aku ribut. Saat aku pulang ke rumah untuk mengambil pedang, adik dan adik sepupu aku yang duluan datang ke lokasi,” ujarnya Mul.

Menurutnya, ia tidak ada masalah dengan korban Kadir.Tetapi, ada masalah dengan Said yang membacoknya menggunakan parang yang diduga karena dendam lama.

“Kata mereka tidak perlu lagi ke sana, karena orang itu sudah dihabisi. Tahu kalau sudah dihabisi, aku juga ikut lari. Tetapi aku tidak tahu, kalau Kadir yang ditusuk bukan Said,” ujarnya.

Korban Abdul Kadir, yang tewas dengan luka tusukan sebanyak tujuh liang menjadi korban salah sasaran.

Hal ini diungkapkan Mul saat diamankan di Polsek IB I Palembang. Namun, Mul juga tidak mengetahui bila yang ditusuk adiknya.

“Aku kira memang Said yang diselesaikan mereka, ternyata Kadir. Mungkin mereka tidak tahu, ketika melihat Kadir langsung saja ditusuk,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai masalah perebutan lahan parkir, menurutnya tidak ada hubungan sama sekali keributannya dengan Said masalah lahan parkir.

Diduga, Said masih menaruh dendam dengan dirinya. Ketika dirinya berada di sana itulah, Said berupaya membacoknya menggunakan pedang.

“Aku rasa karena dendam lama. Tidak ada masalah parkiran,” ungkapnya.

Sedangkan Kapolsek IB I Kompol Handoko Sanjaya menuturkan, tersangka ditangkap setelah melakukan penyelikan terkait penusukan korban Abdul Kadir hingga tewas.

“Pelaku tiga orang, satu pelaku sudah kami tangkap dan dua lagi masih dalam pengejaran,” jelasnya.

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan di Lumban Tirta ini meregang nyawa di tangan dua orang tidak dikenal.

Menurut I, saksi mata yang menyaksikan peristiwa pembunuhan tersebut, awalnya datang dua orang kepada korban yang masing-masing membawa senjata tajam.

Begitu bertemu, korban dan kedua pelaku terlibat cekcok sehingga terjadilah perkelahian dua lawan satu tersebut.

“Korban (Kadir) juga bawa parang. Waktu perkelahian itu, korban jatuh ke tanah dan di situlah kedua tersangka menusuk-nusuk korban pakai parang, ada yang nebas juga,” ungkap I yang mengaku berada persis dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dikatakan I, saat perkelahian berlangsung, banyak warga yang menyaksikan, namun tidak ada satu pun yang beranjak untuk melerai.

Penganiayaan terhadap korban baru berhenti ketika korban tidak berkutik dan bersimbah darah.

“Pas korban terkapar, kedua pelaku semakin menjadi-menjadi menusuk korban dengan parang. Karena tidak tahan lihat kejadian itu, terus saya teriak minta tolong dan kedua pelaku kabur naik motor,” kata I

Setelah kedua pelaku kabur, lanjut I, warga baru bergegas menyelamatkan korban yang kritis.

“Pas selesai, warga baru datang. Saya peluk (korban) pas berdarah-darah itu. Baju saya masih ada darahnya pas siang kemarin,” beber I.

Korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Benteng.

Namun sesampainya di RS, nyawa korban tidak tertolong.

I mengaku mengenal baik almarhum.

Sebelumnya, I belum pernah menyaksikan almarhum terlibat keributan dengan siapapun di lokasi tersebut.

“Makanya pas ada dua orang pelaku itu, saya tidak kenal, tidak tahu siapa mereka. Tahu-tahu langsung cekcok dan berkelahi,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong lagi. (Rwl)

Exit mobile version