Indeks

Temui Pendemo, Gubernur Janjikan Pendidikan Merata di Sumsel

“Tidak boleh seorang pun warga negara tercegat haknya menikmati pendidikan tinggi karena faktor biaya. Namun rupanya ini cuma mimpi yang tak berkesudahan karena karena pada kenyataannya sampai saat ini negara kita belum sanggup mewujudkannya,” ujarnya.

Lanjut Edho sejak kebijakan neoliberalisme merasuk ke dunia pendidikan, biaya pendidikan melonjak naik.  Di sisi lain daya beli masyarakat terus merosot. Kendati pemerintah mencoba mengatasi persoalan itu dengan menebar Kartu Indonesia Pintar (KIP) tetapi jangkauannya batu sekitar 18 juta anak.

” Kita diperkenalkan dengan sistem auakat yang mengatut  besaran tarif pendidikan setiap mahasiswa disesuaikan dengan kemampuan orang  tua atau pihak yang menanggung biaya pendidikannya. Walhasil ada kelas atau pengelompokab tarif pendidikan untuk mahasiswa. Faktanya swlain selain menfiptakan kasta, UKT juga mendongkrak biaya pendidikan semakin mahalm Tak heran sistem tersebut banyak ditolak di berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu lanjut Edho mereka yang tergabung dalam Cipayung Plus menuntut sejumlah hal. Yakni meminta pemerintah mencabuy regukasi pro neolib yakni UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikam nasional dan UU No12 Tentang Pendidikan Tinggi. Kemudian mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis serta mengganyi haluan ekonomi dan menangkan Pancasila.

Exit mobile version