SUMSELTODAY.COM- Pro dan kontra program pemerintah Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) mulai ramai akhir-akhir ini. Tidak terkecuali datang dari kalangan para Ojek online (Ojol) dan kurir yang ikut bersuara adanya program Tapera, Selasa (3/5/2024).
Sobirin (45) warga Kebun Bunga Palembang ikut mengomentari Program Tapera dari pemerintah. Menurutnya jika program ini langsung dapat rumah sangat bagus bagi buruh seperti mereka yang belum punya rumah sama sekali.
Tetapi jika hanya untuk menabung dan baru bisa di cairkan dananya saat pensiun tentunya tidak ada manfaatnya bagi buruh Ojol maupun Kurir seperti mereka.
” Banyak juga yang tidak setuju jika disuruh nabung dulu nanti sudah mencairkan. Tetapi jika di awal sudah dapat rumah mungkin lebih membantu” celetuk pria berkacamata ini.
Sama halnya dikeluhkan Dizi (37) kurir paket yang tinggal di Talang Jambe Palembang. Dirinya yang bekerja sebagai kurir kurang setuju dengan program Tapera diberlakukan ke pegawai buruh seperti kurir karena penghasilan mereka tidak tetap seperti ASN maupun polisi.
” Kami ini dapat gaji jika ada paket yang diantar. Jika tidak ada paket dari vendor kurir ya gak dapat gaji, intinya kerja dulu baru dibayar. Jika tidak kerja gak di gaji. Seperti kerja harianlah” curhat Dizi.
Terkait masalah ini, dilansir dari Kilat.com, Selasa (3/6/2024), Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan Ojol dan kurir juga akan dipotong iuran Tapera sebanyak 3 persen. Namun yang dipotong bagi Ojol dan kurir yang memiliki penghasilan diatas UMR setiap bulan.
” Iya mereka juga ikut dipotong namun hanya untuk yang berpenghasilan diatas UMR,” pungkasnya. (Defri)
