Najib juga mengingatkan para qori dan qoriah utusan Sumsel untuk tetap berlatih dengan semangat serta menjaga kesehatan selama menjalani perlombaan. Artinya bukan semata-mata mengejar hal yang sifatnya duniawi namun lebih dari itu dapat mencintai Al-Qur’an dengan ikhlas.
“Setiap lomba tentu kita ingin jadi yang terbaik. Namun itu bukan tujuan utama melainkan bagaimana kita dapat mengaktualisasikan kecintaan kita itu pada Qur’an dengan ikhlas,” tambahnya.
Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Nasional XXV Tahun 2019 di Alun-Alun Kapuas Kota Pontianak kali ini dibuka langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H., M.Hum dengan ditandai pemukulan bedug.
Dalam sambutannya Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pada penyelenggaraan kali ini, STQ nasional terasa lebih bermakna, karena dapat menjadi momentum untuk merajut kembali kebersamaan dan persaudaraan Nasional pasca Pemilu 2019.
“Kita bersyukur kegiatan Musabaqah Al Qur’an yang telah membudaya dan berkembang di tengah masyarakat, terutama dari sisi teknis penyelenggaraan. Tapi kita perlu meningkatkan kualitas STQ Nasional agar berdampak positif bagi kehidupan umat, bangsa dan negara,” ujarnya.
