Sementara itu Ketua Tim Kajian Bela Negara, Mayjen TNI (Purn) Dr. I Gusti Putu Buana menegaskan kedatangannya bersama tim kajian bela negara di Sumsel tidak lain ingin mengkaji peningkatan pengawasan terhadap bela negara diera digital di Sumatera Selatan. Mengingat saat ini masyarakat rentan termakan isu hoax atau faham radikalisme yang berpotensi merusak nasionalisme.
“Diera digital saat ini dunia dalam genggaman. Jika tidak ada filter maka isu hoax, fahan radikal dan lainnya dapat merusak semangat nasionalisme masyarakat kita,” ucap I Gusti Putu Buana
Selama ini upaya yang dilakukan daerah ungkap I Gusti Putu Buana, dalam hal bela negara masih bersifat konvensional.
“Selama di Sumsel, kita akan melakukan kajian kesejumlah instansi terkait dengan bela negara khususnya yang berkaitan dengan dunia digital atau medsos,” pungkasnya.
Usai melakukan pertemuan dengan Gubernur H Herman Deru, Tim Kajian Bela Negara dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini melakukan tukar cindramata. Gubernur didampingi staf khusus, Asisten 1 Setda Provinsi dan kepala OPD terkait lainnya.
