“Uji coba ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PTBA untuk mengoptimalkan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi pendamping batu bara. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi dalam pengembangan implementasi cofiring ke depan,” ujarnya.
Ferry menambahkan, pelaksanaan uji coba berjalan lancar tanpa memerlukan perubahan pada konstruksi maupun sistem utama pembangkit yang telah ada.
Direktur PT Bukit Energi Servis Terpadu (PT BEST), Zulkurniadi, menjelaskan bahwa implementasi co-firing tidak mengubah sistem operasional PLTU yang sudah berjalan.
Keandalan operasional tersebut didukung oleh penggunaan boiler tipe Circulating Fluidized Bed (CFB) yang dimiliki PLTU Banko Barat. Meskipun biomassa memiliki nilai kalor yang lebih rendah dibandingkan batu bara, performa dan keandalan pembangkit tetap terjaga dengan baik.
Penyediaan biomassa Kaliandra Merah merupakan hasil kolaborasi PTBA dengan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVYK) yang telah mengembangkan Kebun Energi sejak Januari 2024, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan wood pellet.
