Indeks
Hukum  

Penguatan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan kepada Kepala UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan Wilayah Sumatera Selatan di Rutan Kelas I Palembang

Baturaja, Senin (13/10/2025) menjadi hari penuh makna bagi jajaran pemasyarakatan dan imigrasi di wilayah Sumatera Selatan. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) melaksanakan kunjungan kerja ke beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Palembang dalam rangka memberikan penguatan dan arahan strategis kepada seluruh pimpinan satuan kerja di wilayah tersebut.

Kunjungan diawali di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang, di mana Menteri Imipas meninjau secara langsung berbagai hasil karya kreatif warga binaan. Beragam produk unggulan hasil pembinaan, mulai dari kerajinan tangan, batik, hingga olahan makanan, menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan di Lapas berjalan produktif dan memberikan nilai tambah bagi warga binaan.

Dalam suasana penuh kehangatan, Menteri turut berbagi kebersamaan melalui kegiatan makan siang bersama warga binaan. Momentum tersebut menjadi simbol kepedulian dan pendekatan humanis yang diterapkan dalam sistem pembinaan pemasyarakatan — bahwa setiap warga binaan tetap memiliki martabat dan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Lapas Khusus Anak (LPKA) Palembang, di mana Menteri meninjau secara langsung fasilitas pembinaan dan pendidikan bagi anak binaan. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan perlindungan, pendidikan, dan pengembangan karakter bagi anak-anak yang berada dalam masa pembinaan, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pertemuan penguatan bersama Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Wilayah Sumatera Selatan, yang berlangsung di Rutan Kelas I Palembang. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Kepala UPT, termasuk Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, Fitri Yady, S.H., M.Si.

Dalam arahannya, Menteri Imipas menekankan pentingnya soliditas, sinergi, dan inovasi dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan dan imigrasi. Beliau juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan membutuhkan aparatur yang adaptif, profesional, dan berintegritas tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Exit mobile version