Baturaja – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja, **Gusli Ardiyanto**, yang sukses mengantarkan para atlet difabel Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) meraih hasil gemilang pada ajang **Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Sumatera Selatan ke-V Tahun 2025** di Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (4/11/2025).
Dalam ajang yang berlangsung pada 1–7 November 2025 tersebut, Gusli Ardiyanto dipercaya menjadi pelatih cabang olahraga para tenis meja untuk kontingen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) OKU. Di bawah arahan dan bimbingannya, para atlet tampil luar biasa dengan torehan 10 medali emas, 4 perak, dan 3 perunggu dari berbagai kelas, yakni TT5, TT8, TT9, dan TT10.
Capaian tersebut melampaui target awal yang hanya menargetkan 6 medali emas, sekaligus menempatkan cabang olahraga tenis meja NPCI OKU di peringkat kedua dalam klasemen Peparprov Sumsel V tahun ini. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi, asalkan disertai semangat juang, kerja keras, dan pembinaan yang konsisten.
Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, Fitriyadi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian yang diraih Gusli Ardiyanto.
> “Kami sangat bangga atas prestasi ini. Dedikasi Pak Gusli tidak hanya mengharumkan nama NPCI OKU, tetapi juga membawa kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Rutan Baturaja. Ini contoh nyata bahwa ASN Pemasyarakatan juga bisa berkontribusi positif di bidang lain, termasuk olahraga,” ujar Fitriyadi.
Sementara itu, Gusli Ardiyanto mengungkapkan rasa syukur dan harapannya agar prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, terutama bagi para penyandang disabilitas di Kabupaten OKU.
> “Semoga pencapaian ini menjadi motivasi agar kita semua, khususnya para atlet difabel, terus percaya diri, berlatih keras, dan menunjukkan kemampuan terbaik tanpa batas,” tuturnya.
Ke depan, Gusli bersama NPCI OKU berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan guna mempersiapkan atlet menghadapi event paralimpik tingkat nasional.
Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi daerah, tetapi juga menjadi cerminan semangat inklusivitas dan kepedulian terhadap pengembangan potensi disabilitas di Kabupaten OKU.
