“Dana ini kami keluarkan melalui zakat dan shodaqoh para pegawai, karena zakat ini untuk membersihkan jiwa dan bekal kelak nanti untuk menghadap Allah SWT. Ada tiga yang dihadapkan yakni Ilmu bermanfaat, Amal jariyah, dan anak yang sholeh,” terang Kakanwil.
Selanjutnya, untuk pembangunan Musholla Nurul Hidayah ini, pekerjaanya diselesaikan sekitar tiga bulan, untuk pekerjaan dilakukan oleh Tim Merah Putih yang merupakan narapidana warga binaan dari Rutan Pakjo yang mempunyai bakat.
“Ini merupakan bakat-bakat yang bisa dikembangkan, bakat ini nantinya bisa berguna untuk kehidupannya kedepan dan dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, sehingga mereka tidak canggung dan kakuh saat berada ditengah masyarakat nanti,” tandasnya.
Sudirman menambahkan, gerakan ini sekaligus re-integritas para warga binaan, dan sinergitas antara masyarakat dengan warga binaan dan para karyawan Kemenkumham Sumsel.
Pembangunan Mushola ini disambut baik oleh warga disekitar, terpantau oleh wartawan adanya tokoh masyarakat ikut hadir dalam acara peletakan batu pertama ini.
