Indeks

Motif Invasi Militer Rusia Ke Ukraina

  • “Dalam dokumen NATO, negara kami secara resmi, secara langsung dinyatakan sebagai ancaman utama bagi keamanan Eropa-Atlantik dan Ukraina menjadi tempat utama untuk serangan semacam itu (melawan Rusia)”
  • “Kami tidak dapat mengabaikan ancaman nyata ini, terutama mengingat bahwa pelindung Barat mungkin memfasilitasi pembuatan senjata semacam itu di ukraina untuk menciptakan ancaman lain bagi negara kami”
  • “Bahwa Rusia mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk.
  • Rakyat Luhanks dan Donetsk membutuhkan bantuan Rusia, sesuai dengan Piagam ke-7, Piagam PBB dari Majelis Teritorial, sebuah kesepakatan persahabatan dan bantuan dengan orang-orang Donetsk dan Luhansk, maka telah diputuskan bahwa Rusia melakukan Operasi Militer Khusus (ke Timur Ukraina) tujuannya adalah untuk membela orang-orang yang selama delapan tahun telah menanggung penghinaan yang mengerikan”

Setelah menyampaikan pidato tersebut, secara resmi Rusia melakukan invasi ke Ukraina dengan mengirim pasukan den berhasil menduduki wilayah Luhanks dan Donetsk yang telah diakui Rusia sebagai negara yang berdaulat.

UKRAINA Tidak Dibantu NATO

Setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan perintah untuk melakukan operasi militer ke Ukraina, Rusia berhasil menduduki wilayah Donetsk dan Luhanks. Menghadapi hal tersebut Ukraina mencoba meminta bantuan dari negara-negara anggota Uni Eropa dan NATO. Hal ini wajar mengingat Rusia merupakan negara dengan kekuatan militer terkuat nomor 2 dunia sedangkan Ukraina berada di peringkat 22 tentu ini menjadi hal yang amat berat bagi Ukraina menghadapi Rusia. Namun sayang tidak satupun negara-negara Eropa anggota NATO yang mau membantu Ukraina.

Pada tanggal 25 Februari 2022, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pidato sebagai berikut :

“Hari ini saya bertanya kepada 27 pemimpin Eropa, apakah Ukraina akan berada di NATO. Saya telah bertanya langsung, semua pihak takut, tidak ada yang menjawab. Namun kami tidak takut, kami tidak takut apapun, kami tidak takut membela negara, kami tidak takut Rusia, kami tidak takut berbicara dengan Rusia, kami tidak takut berbicara terkait apapun, soal jaminan keamanan negara, kami tidak takut berbicara terkait netralitas, kami saat ini bukan anggota NATO. Namun jaminan apa yang kami dapatkan? Dan yang paling penting negara mana yang dapat memberikan jaminan itu?”

Dari Pidato disebut terlihat bahwa betapa frustasinya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melihat kenyataan bahwa tidak ada satupun negara-negara Eropa ataupun NATO yang membantu negaranya menghadapi Rusia. namun bila dicermati hal yang wajar apabila NATO tidak membantu Ukraina mengingat Ukraina belum menjadi anggota NATO.

Pakar Hukum Internasional Prof. Hikmahanto Juwana mengatakan hal yang wajar bagi negara anggota NATO tidak menghadapi Rusia mengingat Ukraina bukan anggota NATO sehingga negara-negara anggota NATO tidak ada legitimasi untuk membantu Ukraina. Justru apabila negara-negara anggota NATO saat ini membantu Ukraina maka akan dianggap melakukan pelanggaran terhadap hukum Internasional. Sementara Rusia melakukan Invasi ke Ukraina dengan alasan yang tepat karena dua wilayah yang baru merdeka meminta bantuan mereka untuk mempertahankan diri dari Ukraina.

Motif Rusia menginvasi Ukraina

Berdasarkan Penjabaran diatas, Mgs. M. Badaruddin. J, SH., MM. Legal Consultant dari Kantor Hukum Balakosa Law Firm, memaparkan Hipotesa dari motif Rusia melakukan invasi ke Ukraina sebagai berikut :

Exit mobile version