- Menyusun tata cara Pemilu di wilayah pendudukan di Luhansk dan Donetsk.
- Rencana mengintegrasikan dua wilayah ke Ukraina
- Manajemen konflik aktual di wilayah pendudukan seperti gencatan senjata, penarikan senjata berat, dll.
- Membahas politik, termasuk status khusus kepada Luhansk dan Donetsk.
Namun perjanjian ini justru ditafsirkan berbeda oleh kedua negara. Rusia menganggap Perjanjian Minsk memfasilitasi adanya status khusus dari daerah Luhansk dan Donetsk, sedangkan Ukraina menganggap Perjanjian Minsk memfasilitasi bahwa daerah Luhansk dan Donetsk benar-benar berada di wilayah Ukraina. Perbedaan tafsiran ini membuat ketegangan diantara kedua negara kian memanas.
Konflik yang terjadi diantara Rusia dengan Ukraina saat ini dimulai pada November 2021. Sebuah citra satelit menunjukan terjadi penumpukan tentara Rusia di wilayah perbatasan Rusia dengan Ukraina. Otoritas Ukraina mengatakan bahwa Rusia telah momobilisasi 100.000 tentara beserta tank serta perangkat keras militernya di wilayah perbatasan Rusia dengan Ukraina.
Lalu pada tanggal 7 Desember 2021, Presiden Amerika Serikat Joe Biden memberi peringatan ke Presiden Vladimir Putin bahwa pihak barat akan memberikan sanksi ekonomi yang berat kepada Rusia apabila melakukan serangan militer ke wilayah Ukraina. Beberapa hari kemudian Presiden Rusia Vladimir Putin mengajukan keamanan terperinci kepada Barat, termasuk NATO untuk menghentikan segala aktivitas militer di Eropa Timur dan Ukraina. Rusia juga menambahan meminta kepada NATO untuk tidak pernah menerima Ukraina dan Negara-negara bekas Uni Soviet lainnya untuk bergabung.
Permintaan terperinci tersebut tidak di gubris oleh NATO. Pada awal tahun 2022 tepatnya tanggal 3 Januari 2022, Presiden Amerika Serikat Joe Biden meyakinkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa Amerika Serikat akan menanggapi dengan tegas jika Rusia menginvasi Ukraina. Untuk menjaga stabilitas, Pada tanggal 24 Januari 2022 NATO menempatkan pasukan dalam keadaan siaga di Eropa Timur dengan menghadirkan lebih banyak kapal dan jet tempur serta 8.500 tentara dalam siaga. Beberapa negara Barat mulai mengevakuasi staf kedutaan yang tidak penting dari Ukraina dan Amerika Serikat.
Dikutip dari CNBCIndonesia Pada 27 Januari 2022, Biden memperingatkan kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina akan terjadi pada Februari. Amerika Serikat dan Rusia berdebat tentang krisis Ukraina pada sesi tertutup khusus Dewan Keamanan PBB pada 31 Januari. Pada tanggal 1 Februari 2022 Presiden Rusia Vladimir Putin membantah tuduhan tentang invasi Militer Rusia Ke Ukraina. Tentunya NATO tidak mempercayai pernyataan tersebut, dan Penasihat Keamanan Amerika Serikat Jake Sullivan menyampaikan pernyataan laporan dari Intelijen Amerika Serikat bahwa Rusia akan melakukan invasi ke Ukraina dalam beberapa hari sebelum olimpiade Beijing berakhir pada 20 februari 2022.
Tanggal 24 Februari 2020, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato yang disiarkan melalui TV lokal, dalam pidato tersebut Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan beberapa pernyataan sebagai berikut :
