Dalam kesempatannya, Rohidin menyampaikan bahwa ketersediaan pasokan listrik ini membuat Bengkulu menjadi lokasi unggul dalam berinvestasi. Kesiapan suplai mampu menghidupkan perusahaan-perusahaan besar di Provinsi Bengkulu. “Sekarang Bengkulu sudah siap menerima investasi besar. Perekonomian Provinsi Bengkulu akan tumbuh lebih pesat,” ujar Rohidin dengan yakin.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Regional Sumatera PT. PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto menyampaikan bahwa pada kurun waktu 2002 sampai dengan 2004, sistem kelistrikan Kota Bengkulu dipasok melalui Gardu Induk Sukamerindu dengan kapasitas terpasang 2×15 MVA dan 1×30 MVA. Dimana beban puncak saat itu berkisar 40 MW, serta PLTD Pulau Baai yang beroperasi selama beban puncak sebesar 9,76 MW yang dioperasikan apabila dibutuhkan saja.
“Saat itu kondisi pembebanan trafo daya pada Gardu Induk Suka Merindu sudah mencapai 89% diikuti dengan lahan yang terbatas juga berada di tengah kota yang tentunya sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan penambahan trafo. Kondisi ini memang sangat memerlukan pembangunan gardu induk lain sebagai tambahan pasokan listrik dan pengalihan beban GI Sukamerindu,” ungkapnya.
