“Turki juga memindahkan ibukota negaranya dari Istanbul ke Ankara pada tahun 1923. Mustafa Kemal Ataturk memilih Ankara karena ia ingin membangun visi baru Turki yang modern dan demokratis. Ankara juga memiliki posisi strategis yang berada di tengah-tengah negara Turki tepatnya di kawasan Anatolia sehingga memudahkan kendali administrasi pemerintahan.”
Alumnus Universitas Gadjah Mada tersebut kemudian menyatakan sikap Caraka Muda Nusantara terkait kebijakan IKN Nusantara, “Kami (Caraka Muda) mendukung penuh kebijakan pemindahan IKN Nusantara. Ibukota baru akan menjadi perwajahan visi pembangunan Pak Jokowi yang berwawasan nusantara dan berdimensi Pancasila, terutama dalam perwujudan sila keadilan sosial melalui pemerataan pembangunan”.
Wibisono juga mengomentari pernyataan Ahmad Doli Kurnia, Ketua Komisi II DPR RI yang menyatakan bahwa pemindahan IKN bertujuan untuk mempercepat proses pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di Indonesia.
“Pendapat (abangda) Doli sangatlah tepat terkait pemindahan IKN. Ini adalah momentum starting point dalam pemerataan pembangunan di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang masif hanya terpusat di Jawa yang menyumbang sekitar 59 persen PDB Indonesia, artinya sangat timpang sekali pembangunan antara Jawa dengan luar Jawa”.
