Dialog Bareng Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Prof Mahfud MD, Gubernur Sebut Orang Jawa di Sumsel Happy

Perbedaan yang ada di Indonesia ini lanjut Gubernur DIY itu juga sangat diakui oleh founding father melalui Bhinneka Tungga Ika. Atas dasar itula Bhinneka Tunggal Ika jangan hanya dijadikan sebagai simbol negara semata melainkan sebagai strategi integrasi bangsa.
“Indonesia dengan Kebhinnekaan itu dasarnya adalah persatuan bukan kesatuan jadi tidak ada minoritas dan mayoritas,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, pembicara utama lainnya mantan Ketua MK Prof Moh. Mahfud MD membeberkan bahwa dengan Kebhinnekaan Tunggal Ika di awal negara Indonesia terbentuk tentu menimbulkan banyak pertanyaan bagaimana mengatur dan mengelola negara ini dengan sebaik-baik
“Dengan suku yang banyak lalu timbul pertanyaan bagaimana mengaturnya? Sempat ada perdebatan apakah Indonesia mau dijadikan Kerajaan atau Republik. Akhirnya disepakatilah dibentuk negara demokrasi,” ujarnya.
Adapun negara demokrasi itu merupakan negara yang dikelola dengan Pemilu. ” Makanya mari kita jaga bangsa dan negara Indonesia dengan Pemilu yang benar dan jujur,” jelasnya