Indeks

Asal-usul dan Sejarah Valentine Day, Pro Kontra di Indonesia hingga Pandangan Islam terhadap Budaya Hari Kasih Sayang

Meski demikian, beberapa sejarawan juga mengaitkan Valentine dengan festival Romawi kuno bernama Lupercalia, sebuah perayaan kesuburan yang berlangsung pada pertengahan Februari sebelum akhirnya dipadukan dengan tradisi Kristen.

Sejarah Kartu dan Simbol Valentine

Tradisi mengirim kartu cinta atau “valentine card” mulai populer pada Abad Pertengahan di Eropa. Salah satu kartu Valentine tertua yang masih tersimpan hingga kini disebut berasal dari Charles, Duke of Orleans, yang menulis puisi cinta kepada istrinya saat dipenjara di Inggris pada awal abad ke-15.

Seiring waktu, tradisi ini berkembang menjadi budaya bertukar kartu, hadiah, bunga mawar merah, hingga cokelat sebagai simbol kasih sayang.

Cokelat sendiri mulai dikaitkan dengan Valentine sejak abad ke-17 di Eropa dan Amerika. Makanan manis tersebut dianggap melambangkan kehangatan dan rasa cinta.

Perayaan Valentine di Indonesia

Di Indonesia, perayaan Valentine lebih banyak diadopsi sebagai budaya populer, khususnya di kalangan anak muda. Umumnya, Valentine dirayakan dengan cara:

  • Memberikan cokelat atau bunga
  • Bertukar hadiah
  • Mengunggah ucapan romantis di media sosial
  • Menghabiskan waktu bersama pasangan

Tak sedikit pula yang memaknai Valentine secara lebih luas, yakni sebagai momen untuk mengungkapkan kasih sayang kepada orang tua, sahabat, guru, bahkan kepada diri sendiri.

Exit mobile version