Ia juga mengatakan bahwa saat ini Kemenag membawahi 58 perguruan tinggi keagamaan. Oleh karenanya ia sangat serius membenahi perguruan tinggi keagamaan. Namun ia juga tidak menampik bahwa belum fokus pada kualitas pada perguruan tinggi dan SDM karena sedang fokus pada sarana dan prasarana.
“Kepada semua civitas akademika untuk memberikan seluruh kemampuan untuk pembangunan ini agar bangunan ini tidak hanya menjadi benda mati tetapi memiliki jika untuk kemaslahatan masyarakat. Pembangunan tidak hanya fisik tetapi spiritual juga,” pesannya.
Sementara itu Rektor UIN Raden Fatah, Sirozi menyampaikan rasa syukurnya karena sudah menunggu selama 6 tahun yakni senak tahun 2012 untuk peletakan batu pertama hari ini.
“Pembangunan Kampus B menelan biaya sebesar Rp430 miliar, Rp90 miliar diantaranya untuk pengembangan SDM yang akan menghandle sarana dan prasarananya. Kampus B ini akan dibangun 9 gedung dan lanskapnya, pelaksanaannya selama 16 bulan selesai pada Januari 2020,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada tahap ini baru 15 hektar dari 35 hektar lahan yang akan dibangun, 10 hektar untuk bangunan dan 5 hektar untuk lanskapnya. Ia juga menyampaikan bahwa untuk pembangunan ini lama proses, terlambat dari perkiraan. Namun ia mengungkapkan bahwa ada hikmah dibalik keterlambatan pembangunan tersebut.
