Baturaja, — Sebagai bentuk nyata kepedulian dan komitmen dalam pembinaan berkelanjutan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja secara konsisten melaksanakan kegiatan “Sapa Kasih”, Jumat (17/10).
Kegiatan rutin ini menjadi wadah komunikasi dan pembinaan moral antara petugas dengan warga binaan, yang bertujuan memperkuat ikatan kekeluargaan serta menciptakan suasana yang harmonis di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, S.H., M.Si., memberikan pesan motivasi kepada warga binaan agar senantiasa menjaga kedisiplinan, semangat, dan tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
“Melalui kegiatan Sapa Kasih ini, kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan mendapatkan perhatian, pendampingan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Pembinaan bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang membangun harapan dan semangat baru,” ujar Karutan.
Program Sapa Kasih tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembinaan kepribadian, tetapi juga menjadi implementasi nilai-nilai Pemasyarakatan yang humanis, selaras dengan semangat Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam memberikan pelayanan publik berbasis empati dan kepedulian sosial.
Konsistensi Rutan Baturaja dalam menjalankan kegiatan ini mencerminkan komitmen nyata jajaran pemasyarakatan untuk terus menghadirkan lingkungan yang aman, tertib, dan penuh kehangatan. Dengan suasana yang positif dan pembinaan yang berkesinambungan, warga binaan diharapkan mampu menjalani masa pidana dengan lebih produktif, mandiri, dan berdaya guna bagi masyarakat setelah bebas nanti.
Melalui program seperti Sapa Kasih, Rutan Baturaja terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung visi Pemasyarakatan Maju, Indonesia Maju — mewujudkan sistem pembinaan yang tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
