“Saya kaget juga. Tapi saya kan tak boleh berlama-lama meratapi kondisi itu. Saya harus move on,” ujarnya.
Ada juga musibah banjir yang membuat para peternak, atau pengepul, tak mau membeli bibitnya.
“Maklum, kalau banjir ikan lele kan bisa berenang bebas keluar dari kolamnya,” ujar Sugeng.
Sugeng pun bingung mau diapakan bibit lele yang semakin besar itu. Bahkan, bibit lele itu sudah mendekati ukuran untuk bisa dikonsumsi. Akhirnya, dia memutuskan untuk lanjut saja ke usaha pembesaran.
Pada 2021, Sugeng bergabung menjadi mitra binaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Ia kemudian mendapat pinjaman lunak untuk mengembangkan usaha.
“Saya gunakan uang itu untuk membangun kolam pembesaran,” dia mengungkapkan.
Tak hanya bantuan modal, Sugeng mengaku mendapat banyak manfaat lain sejak menjadi mitra binaan PTBA.
“Bukit Asam memberikan kami para pemilik UMK dengan berbagai pelatihan. Itu rutin, biasanya melalui Rumah BUMN Bukit Asam,” ucapnya.
Bukit Asam juga memfasilitasi Sugeng dalam kegiatan Sertifikasi Kompetensi Perikanan Badan
