“Hilirisasi menjadi salah satu fokus kami untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Kami melihat potensi yang luas dari sumber daya yang dimiliki PTBA untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, termasuk DME, Metanol, dan Kalium Humat,” jelas Bambang.
Pengembangan Energi Terbarukan
PTBA juga memperluas portofolio ke sektor energi terbarukan. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) untuk menjajaki pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan pascatambang dan sekitar area operasional PTBA.
Pengembangan PLTS tersebut mencakup berbagai potensi aset dan lokasi yang dimiliki Perseroan, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang yang telah direklamasi. Hingga saat ini, total portofolio PLTS PTBA telah mencapai sekitar 1,2 MWp. Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi PTBA dalam mengoptimalkan aset, memperkuat portofolio energi terbarukan, mendukung transisi energi, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Ke depan, PTBA akan terus mengidentifikasi berbagai potential project di bidang hilirisasi, energi terbarukan, optimalisasi aset dan lahan pascatambang, maupun bidang bisnis potensial lainnya. Setiap proyek dikaji secara selektif dengan mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan teknologi, kepastian pasar, kebutuhan investasi, serta potensi sinergi dengan bisnis Perseroan.
