Palembang, sumseltoday.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak di tahun 2018, harus bersih dari segala intrik kotor. Sebagai pesta demokrasi, Pilkada harus tetap dilaksanakan dalam koridor hukum dan aturan yang ada. penyelenggara Pemilu hendaklah bertindak netral dan tidak berpihak ke salah satu kandidat.
“Semua harus berkomitmen menyelenggarakan Pilkada sebaik mungkin, kami berkomitmen mengawasi semua proses pemilihan kepala daerah semaksimal mungkin. penyelenggara Pemilu harus bertindak netral dan tidak berpihak ke salah satu kandidat. Dan ini juga dibutuhakan peran semua lapisan masyarakat.”, ungkap Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumsel, Junaidi saat Focus Group Discussion (FGD) Pilkada Bersih yang digelar di Aula Hotel Excelton Jalan Demang Lebar Daun, Selasa (7/11/2017).
Fokus Group Diskusi (FGD) ini dihadiri sejumlah aktivis, pengacara, dan tokoh masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Taman Siswa, Joko Siswanto mengungkapkan, perlunya komitmen bersama untuk mewujudkan Pilkada di Sumsel sebagai percontohan. Maka itu dibutuhkan gerakan konkrit di tengah masyarakat untuk menolak segala macam praktik politik kotor tersebut.
Di sisi lain, DR Ardiyan Saptawan mendukung usulan Joko Siswanto untuk menggelar gerakan nyata di tengah masyarakat. Semua harus mendorong, agar hal ini muncul di tengah masyarakat, seperti pemasangan spanduk ajakan untuk menolak money politic dan sebagainya.
“Salah satu kunci terwujudnya Pilkada Bersih adalah integritas Penyelenggara Pemilu. Oleh karena itu, berdasarkan pengalaman Pemilu yang sebelumnya, semua yang melaksanakan tugas harus memiliki semangat demokrasi dan integritas yang tinggi. (Rwl)
