Indeks

Hasil Obselpasi Dinamika Fakultas Dan Badan Wakaf Pengkajian Dan Islam (LDF BWPI) Universitas Sriwijaya

~ Dominan Kepersatuan / Keperpecahan
Berdasarkan pandangan kelompok kami, dalam Organisasi LDF BWPI FP UNSRI ini dapat dilihat dari dua sudut pandang :

1. Perpecahan
Dalam Organisasi LDF BWPI FP UNSRI ini banyak sekali terdapat kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam menjalankannya. Kendala dan permasalahan itu antara lain:
1) Berasal dari Sumber Daya Manusia (SDM) nya
2) Pendanaannya
3) Sibuknya Pengurus Harian dikarenakan ada kepentingan yang lain atau mendesak.
4) Belum memahami tugas pokok dan fungsi
5) Perkuliahan yang tidak menetap sehingga apa yang direncanakan tidaksesuai dengan planning.

Faktor-faktor tersebut lah yang akhirnya membuat terjadinya gelombang kedinamisan dalam kelompok ini.
Dilihat dari faktor-faktor di atas, yang menyebabkan terjadinya gelombang kedinamisan tersebut dikarenakan faktor dari fungsi dan tugas kelompok serta faktor atmosfer dalam kelompok.

2. Persatuan
Di balik banyaknya faktor yang dapat menyebabkan terjadinya perpecahan tersebut, terdapat juga upaya-upaya dari Organisasi LDF BWPI FP UNSRI ini dalam mengatasi beberapa permasalahan tersebut, antara lain:
1) Permasalahan Pendanaan menjadi salah satu faktor: Perlu dilakukan upaya-upaya untuk mencari sumber pendanaan yang
tidak lebih diversifikasi agar tidak hanya mengandalkan donasi atau sponsor dari pihak tertentu.
2) Sibuknya Pengurus Harian karena kepentingan yang lain atau mendesak Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan koordinasi dan komunikasi yang lebih efektif dan efisien antara pengurus harian dan anggota lainnya dalam mengatur jadwal dan tugas-tugas organisasi.
3) Permasalahan kurangnya pemahaman tentang tugas pokok dan fungsi perlu dilakukan upaya untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada anggota organisasi tentang tugas pokok dan fungsi organisasi agar dapat memaksimalkan kinerja organisasi.
4) Permasalahan perkuliahan yang tidak menetap dan tidak sesuai dengan planning yang telah direncanakan oleh organisasi : perlu dilakukan koordinasi dan komunikasi yang lebih efektif dan efisien dengan dosen dan staf administrasi dalam menentukan jadwal dan tempat pelatihan dan kegiatan yang direncanakan. Selain itu, pengurus organisasi juga dapat membuat perencanaan yang fleksibel dan dapat menyesuaikan kegiatan dengan jadwal perkuliahan yang tidak menetap.

Exit mobile version