SUMSELTODAY.COM, BANYUASIN – Akan dibongkarnya Masjid Nurul Hidayah di RT 5 Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin membuat geram semua pihak. Termasuk dari DPRD Kabupaten Banyuasin, Senin (27/8/2018).
Akan dibongkarnya Masjid Nurul Hidayah ini menyusul akan dibangunnya sebuah pusat Pendidikan Mustria Sriwijaya Agama Budha dan Vihara yang kabarnya sebagai pusat pendidikan agama budha se-Asia Tenggara diatas lahan tersebut.
Dikatakan, Emi Sumitra, anggota DPRD Banyuasin Komisi 1, ia sangat menyayangkan sikap Bupati Banyuasin yang akan mengizinkan merobohkan Masjid di Desa Talang Buluh demi pembangunan sebuah rumah ibadah lain ditempat tersebut.
Menurutnya, pembangunan rumah ibadah ini bisa saja dilakukan ditempat lain dan tidak mesti harus di Desa Talang Buluh dan harus merobohkan rumah ibadah agama lain.
” Saya rasa sangat aneh Bupati Banyuasin ini. Ayolah berpikir jernih. Jangan sampai timbul konflik gara-gara masalah rumah ibadah ini,” tegasnya.
Apalagi pembangunan Vihara se-Asia Tenggara ini mendapatkan penolakan dari penduduk setempat dan tidak mendapatkan rekomendasikan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kemenag Kabupaten Banyuasin.
