Jalan yang belum di perbaiki tersebut adalah jalan perkebunan sawit milik perusahaan, tidak ada komitmen perusahaan untuk menjaga jalan tersebut, jika telah di bangun menggunakan anggaran negara tersebut akan sia sia saja hanya merusak ketika di lalui angkutan sawit milik perusahaan
Masyarakat jangan selalu menyalahkan Pemda saya sangat berkomitmen agar infrastruktur jalan semuanya mulus, dengan adanya jalan mulus,roda perekonomian masyarakat jadi lancar , harga kebutuhan pokok jadi murah, masyarakat senang’bebas dari sesusah salam ini, jalannya,”
Cik Ujang mengakui di tahun 2020vdan 2021yang lalu angka ke miskinan di lahat sempat naik akibat efek dari pandemi covid-19 yang terjadi di akhir tahun 2019 hingga dua tahun selanjutnya namun,di tahun 2022 Pemkab lahat berhasil menurunkan angka ke miskinan, jika pada 2021 penduduk miskin di kabupaten lahat sebanyak 68 ribu jiwa atau mencapai 16,6 persen,
Tahun 2022 turun menjadi 65,39 ribu jiwa rupanya penurunan tertinggi dalam kurun waktu enam tahun terakhir, penurunan terjadi karena Pemkab lahat mampu menekankan inflasi di masyarakat dengan cara menjalankan sejumlah program kerayatan dan benar benar menyentuh ke masyarakat.
