Berita Sumsel

Usai Bunuh Petugas Keamanan PTPN 7, Rumah Mulyadi Dibakar Warga

on

Harianpalembang.com, Musi Banyuasin – Tak terima anaknya dituduh mencuri buah sawit oleh Mulyadi (39) warga Desa Tanjung Agung Selatan (TAS), Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), membuat Iskandar (40) orang tua dari Oten (14) tak senang.

Akibat dari tuduhan tersebut keduanya terlibat cekcok mulut dan berakhir dengan pertikaian antar keduanya yang menyebabkan Mulyadi tewas dengan dua liang luka tusukkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut pada Rabu (8/6) sekitar pukul 19.00 WIB pada saat Mulyadi yang merupakan seorang Petugas Keamanan Pipa (PK) di perusahaan PTPN 7 desa Tanjung Agung Selatan, ketika memberikan terguran terhadap Oten yang diduga mencuri buah kelapa sawit. Karena tak terima atas tuduhan tersebut Oten dan Mulyadi terlibat cekcok mulut.

Pada saat keduanya ribut, didengar oleh Iskandar yang merupakan orang tua Oten. Tak terima anaknya dimarahi kemudian kedua terlibat cekcok, lalu Iskandar pulang kerumah sejauh 50 meter untuk mengambil sebilah pisau.

Dia kembali lagi ke lokasi cekcok antara anaknya Oten dan korban lalu menikamkan pisau tersebut kepada Mulyadi sebanyak dua liang pada bagian lengan sebelah kiri yang mengakibatkan urat lengannya putus dan banyak mengeluarkan darah segar.

“Sebelum terjadi perkelahian Mulyadi sempat memarahi Oten, karena tidak setuju keduanya terlibat pertengkaran yang berujung meninggalnya anak saya,” kata Syamsudin, orang tua korban Mulyadi, Kamis (9/6).

Dikatakannya, setelah kejadian penusukkan tersebut Mulyadi sempat dilarikan ke puskesmas terdekat, tetapi karena luka robek pada tangan kirinya sangat parah sehingga nyawanya tidak tertolong lagi.

“kami sempat membawanya ke puskesmas terdekat, tetapi karena darahnya terus mengalir dan ditambah urat tangan kirinya putus sehingga Mulyadi tidak bisa diselamatkan lagi,” ujarnya.

Pasca kejadian pembunuhan tersebut warga mencari pelaku yang menghilang, karena tak kunjung ditemui kebaradaanya sehingga warga yang beringas melampiaskan kemarahannya terhadap rumah pelaku sehingga rumah tersebut rata dengan tanah.

Beruntung pada saat terjadinya pembakaran rumah pelaku tidak ada satupun anggota keluarga pelaku berada dirumah tersebut.

Kades Tanjung Agung Selatan (TAS) Indra Kusuma, menambahkan warga yang marah terhadap pelaku pembunuh tersebut melampiaskan kemarahannya terhadap rumah pelaku. Tetapi sebelum rumah tersebut dibakar, keluarga dari pelaku sudah diamankan agar tidak terkena dampak.

Sementara itu, Kapolsek Lais Iptu Feriyanto membenarkan atas peristiwa yang terjadi tersebut. Pasca kejadian tersebut personil kita langsung melakukan pengawalan ketat di sekitar lokasi terjadinya pembakaran rumah, kita juga telah mengerahkan tim untuk menangkap pelaku Iskandar yang melarikan diri.

“Tim sudah kita bentuk dalam melakukan pengejaran terhadap pelaku, kita juga sudah melakukan pengamanan di sekitar lokasi pembakaran rumah agar situasi tidak kembali memanas,” ujarnya. (Portal Sumsel)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *