Banyuasin

Usaha Kandang Ayam Banyak Ilegal, Pemkab Banyuasin Mengaku Merugi

on

Banyuasin Online, Pangkalan Balai –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin mengaku rugi sebesar Rp1,3 Miliar akibat minimnya retribusi yang didapatkan dari usaha kandang ayam pertiga tahun terakhir. Pasalnya, masih banyak usaha tersebut tidak mengantongi izin.

“Dari sekian banyak kandang ayam berdiri diwilayah Banyuasin, sampai saat ini hanya ada lima yang memiliki izin, selebihnya ilegal,” ujar Kasi Ho dan Situ Badan Perizinan Terpadu (BPT) Banyuasin, Saiful Amri saat dibincangi, kemarin (18/5).

Saiful menyebutkan, kendala yang paling utama, karena kurangnya kesadaran mereka yang tidak mentaati peraturan. Padahal, sudah jelas diatur dalam Perda nomor 20 tahun 2011 tentang Perizinan Retribusi Tertentu.

“Sebenarnya tarif yang dibebankan tidaklah mahal. Untuk jenis usaha ternak ayam dan kandang ayam hanya dikenakan biaya Rp 2500/m2,” katanya.

Diakuinya, pihaknya telah berupaya maksimal untuk memberikan penjelasan dengan cara bersosialisasi terhadap pengusaha kandang ayam tersebut.

Bahkan, baru-baru ini sebanyak 95 pengusaha kandang ayam di Kecamatan Talang Kelapa sudah tiga kali diberikan peringatan agar segera mengurus izinnya.

“Harus sekali-kali diberikan pelajaran bagi ternak dan usaha ayam membandel yang tidak mau mengurus izin. Itu sama saja mengangkangi Perda,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Trantib Pol PP Banyuasin, Asrul mengatakan, terkait dengan ternak dan usaha kandang ayam memang sudah menjadi prioritasnya kedepan. Sebab, dua pekan lalu telah dirapatkan, maka pihaknya akan melakukan penertiban bagi yang melanggar.

“Rencananya sudah lebaran Idul Fitri ini kami akan turun ke lapangan. Untuk wilayahnya dimulai Kecamatan Talang Kelapa. Karena paling banyak kandang ayam diwilayah itu,” katanya. (pe/bo)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *