Kriminal

Tragedi Dua Gadis Cantik Yang Dilindas Truk

on

Banyuasin Online –  Medan. Pihak Keluarga kakak beradik Nova Sibarani dan Lestari Sibarani yang tewas lantaran menjadi korban lakalantas dengan truk secara resmi mendatangi Unit Lalu Lintas Polsek Sunggal di Kilometer 15, Jalan Medan-Binjai, Selasa (19/4/2016).

Kondius Mei Darlin Pasaribu, kakak dari Arpenas Pasaribu, suami almarhumah Nova Sibarani mengungkapkan kedatangan pihaknya ke unit Lantas Polsek Sunggal untuk kepentingan pelaporan terkait kasus kecelakaan itu.

“Iya, tadi mau buat laporan untuk kepentingan Jasa Raharja, itu yang paling utama. Dan yang jelas kita minta proses hukum agar berjalan,” kata Kondius.

Namun, setelah menunggu beberapa lama agaknya pihak kepolisian belum mengeluarkan surat pelaporan yang diharapkan pihak keluarga. Dengan alasan, saksi atas kecelakaan itu masih berada di luar kota.

“Katanya mereka laporan belum berani dikeluarkan, karena saksinya di luar kota. Orang di situ jugak katanya, orang jermal katanya, dan sedang di luar kota,” ujar Kondius.

Kondius mengaku, dirinya meminta agar pihak kepolisian dapat secara serius menangani kasus kecelakaan yang menimpa adik-adiknya itu.

“Kita minta tolong sama juper Agus Rumapea, kita tanya kapan siapnya, mereka bilang nanti dihubungi,” katanya.

Terkait pelaku, Kondius mengatakan bahwa pihak kepolisian mengaku telah melakukan penahanan. “Pelakunya ditahan, truknya ditahan juga,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Nova Sibarani (29) dan Lestari Sibarani (24), kakak beradik kandung yang merupakan warga Jalan Mongonsidi, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan itu tewas usai ditabrak truk dari arah belakang di Jalan Sunggal, tepatnya di persimpangan traffic light dekat loket Bus Pelangi, Sabtu (16/4/2016) sekitar pukul 22.00 WIB kemarin.

Kedua kakak beradik itu kini telah dimakamkan di kampung asalnya di Desa Sibarani Nasappulu/Namukkup, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Senin (18/4/2016) lalu.

Sebelumnya diketahui, informasi tragedi maut ini dihimpun tribun-medan.com dari rekan korban yang mengetahui kejadian, Saut. Saut mengatakan, awal kejadian saat kedua kakak beradik itu mengendarai sepeda motor usai berbelanja di Smarco, Sunggal.

“Mereka itu baru pulang belanja di Smarco, Bang. Jadi pas di lampu merah simpang empat Sunggal dekat loket Bus Pelangi, mereka ditabrak dari belakang. Informasi saksi yang ku dapat, truk itu mau ngejar jarak antara lampu hijau yang hendak merah. Jadi, truk itu kencang dihantamnya saja mereka,” kata Saut diwawancarai via seluler, Minggu (17/4/2016)

Usai kejadian itu kedua wanita itu masih sempat merintih kesakitan. Mereka coba diselamatkan penarik becak motor ke rumah sakit. Sementara, truk yang menabrak mereka hendak melarikan diri, namun, dihadang warga setempat.

Namun malang, nasib berkata lain. Kedua kakak beradik itu akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat dievakuasi ke rumah sakit terdekat yang tak disebut detail nama RS itu oleh Saut.

Kapolsek Sunggal, Kompol Harry Azhar yang dikonfirmasi soal kebenaran peristiwa maut itu membenarkan telah sepenuhnya menangani kasus itu. Saat ini, ia dan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan stafnya dalam penyelidikan kasus maut ini.

“Iya benar. Kasus itu ditangani Polsek Sunggal. Saya akan berkoordinasi dengan anggota,” kata Harry Azhar. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *