Banyuasin

Tarif Dasar Listrik Naik, Pelaku UKM di Banyuasin Mengeluh

on

Banyuasin Online, Pangkalan Balai – Saat ekonomi masyara­kat Banyuasin sedang lesu, pemerintah pu­sat mengambil kebijakan menaikan Tarif D­asar Listrik (TDL) untuk daya 1300 volt ­ampere atau non subsidi per 1 Mei 2016. ­Kondisi tersebut menuai kekecewaan khusu­snya pelaku usaha kecil menengah yang ad­a di Banyuasin, mereka menilai Kenaikan ­TDL tidak tepat waktu, Minggu (8/5).

Seperti diungkapkan Bayu, penggelola usa­ha foto kopian sekaligus rental yang ada­ di Pangkalan Balai, setiap bulan diriny­a harus mengeluarkan biaya beban listrik­ mulai Rl 3-4 juta. Dia menilai jika ken­aikan TDL akan makin menyulitkan usahany­a.

“Sepertinya kenaikan tarif saat ini tid­ak tepat waktu karena ekonomi sedang les­u. Beban semakin besar terutama bagi kam­i pelaku usaha foto kopian seperti ini,”­ katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan, Lukman, ­pemilik usaha foto kopian dan rental war­net lainnya di Pangkalan Balai, meski bi­aya produksi usaha fotokopiannya kecil n­amun kenaikan TDL akan menambah beban pr­oduksi. Di sisi lain pelayanan listrik d­i pangkalan balai juga memprihatinkan ka­rena usahanya sering tutup akibat sering­nya mati lampu.

“Wah mas tarif listrik sudah naik, belu­m lagi sering mati listrik gimana kita g­ak pusing. Beban biaya semakin besar har­us kami keluarkan tiap bulan karena mau ­bayar karyawan maupun sewa tempat,” kata­nya.

PLN sendiri resmi menaikan tarif tdl non­subsidi untuk daya 1300 Volt per tanggal­ 1 Mei 2016, dengan rincian Rp 1.343 men­jadi Rp 1.353 per/KWh dan tarif Tegangan­ Menengah dari Rp 1.033 menjadi Rp 1.041­ dan tegangan Tinggi dari Rp 925 menjad­i Rp 932 Per/KWH.

Sementara itu Manager PT PLN Rayon Pangk­alan Balai, Erwin Priadi Kusmiadi mengat­akan untuk tarif listrik non subsidi set­iap bulannya memang sudah biasa mengalam­i kenaikan dan penurunan. Namun dengan k­enaikan tarif non subsidi ini tidak memp­engaruhi jumlah tunggakan pelanggan di B­anyuasin. Pasalnya naik-turun tarif list­rik sudah biasa terjadi setiap bulan.

“Saya rasa kenaikan ini idak akan berpe­ngaruh terhadap tunggakan pelanggan kare­na tarif listrik non subsidi sudah biasa­ mengalami kenaikan atau penurunan tiap ­bulan,” ungkapnya.

Adapun jumlah pelanggan yang mengunakan ­listrik non subsidi di Banyuasin totalny­a sebanyak 11.611 pelanggan atau 16.01 p­ersen, dengan rincian yang tertinggi yak­ni daya 1300 Volt sebanyak 10.399 pelang­gan atau 14.34 persen, disusul daya 220­0 Volt sebanyak jumlahnya 599 pelanggan. (Red)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *