Asian Games 2018

Tak Hanya Hotel, Homestay Dan Nomadic Juga Disiapkan

on

PALEMBANG.Sumseltoday.com—Untuk mempersiapkan suksesnya pelaksanaan Asian Games 2018 di kota Palembang, Dinas Pariwisata Propinsi Sumatera Selatan tampak bekerja keras untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik. Dari penambahan dan dibenahinya beberapa destinasi wisata, destinasi kuliner, tempat berbelanja, tak ketinggalan juga kesiapan akomodasi, serta ditambah persiapan pagelaran yang yang nantinya akan dipusatkan di Benteng Kuto Besak.

Isu meningkatnya wisatawan pada waktu pelaksanaan Asian Games nanti ternyata direspon positif oleh Dinas Pariwisata Sumsel, Selain memastikan ketersediaan kamar hotel, penambahan homestay dan Nomadic juga dipersiapkan.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, saat menghadiri Pengelolaan Homestay di The Hotel Excelton Palembang, Senin (9/7)

“Jika dilihat secara pariwisata maka Dinas Pariwisata akan melihat standar homestay itu seperti apa, harus ada rumah induk untuk homestay, lingkungan bersih, sehat, tidak ada banyak anak kecil, tempat layak dan sebagainya, jadi perizinan itu sesuai standar dinas pariwisata,” ungkap Irene.

Sambung Irene, “Homestay terdata untuk saat ini ada 28 homestay secara perpajakan. Jadi apabila ada yang singgah, maka akan dikenakan pajak bagi mereka, tidak usah di khawatirkan homestay di Sumsel ini banyak, lebih dari cukup”.

Irene Menjelaskan, untuk Nomadic sampai saat ini ada 50 kamar yang ditempatkan dikawasan Dekranasda Jakabaring diseluruh Indonesia. para tamu kebanyakan tinggal di Hotel dan ada juga sebagian kecil yang tinggal homestay.

“wisatawan bisa di jelaskan dan di arahkan sesuai keinginannya kemana, apakah di dusun-dusun, dikota, di pesisir, maupun di kampung seperti Al Munawar, Kampung Kapitan, dan Rumah Tua itu bagus untuk dijadikan Nomadic Tourism, sejauh ini persiapan hotel di Palembang sudah sangat cukup,” terangnya.

“kita targetkan dalam kunjungan destinasi itu sebanyak  banyaknya. Jangankan tempat wisata, restoran dan kuliner juga kita targetkan”,

“Pagelaran nantinya akan dipusatkan di Benteng Kuto Besak (BKB) dan tempat-tempat lain. Karena kita ingin memecahkan konsentrasi massa yang ada di Jakabaring jangan terfokus disana semua. Kita juga bisa berikan pilihan kedaerah-daerah destinasi wisata sehingga dampak penyebaran juga banyak,” tutupnya.(red-1)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *