Banyuasin III

Sudah Sepekan Terlunta-lunta Akibat Gagal Ginjal, BPJS Banyuasin Tak Mau Beri Rujukan

on

Banyuasin Online, Pangkalan Balai – Sri Lestari (37) penderita gagal ginjal ini hanya menginginkan penyakit yang dideritanya bisa sembuh.Namun apala daya keinginan kuatnya untuk lepas dari penyakit yang diderita terganjal belum baiknya pelayanan administrasi di tingkat BPJS cabang Kabupaten Banyuasin.

Bagaimana tidak, saat warga Desa Sidoharjo Kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin ini meminta surat rujukan dari BPJS untuk dapat menikmati fasilitas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Hoesin di Palembang malah ditolak mentah-mentah.

Mereka beralasan peraturanlah yang membuat pihak BPJS Banyuasin tidak dapat memberikan surat rujukan kepada Sri Lestari ke RSUD Muhammad Hosein.

Meskipun Sri Lestari sudah mengantongi surat rujukan dari puskesmas setempat, namun tidak membuat petugas BPJS bergeming.Padahal Sri Lestari harus melakukan cuci darah 2 kali dalam satu minggu agar penyakitnya dapat disembuhkan dan satu minggu sekali kontrol rutin kesehatannya di RS terlengkap di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut.

Padahal si pasien kondisi kesehatannya dalam keadaan labil dan perlu perawatan intensif untuk memulihkan kembali kesehatannya seperti sedia kala.

Menurut sang suami Emi Sumitra kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel, Kamis (19/05/2015) mengungkapkan, kurang lebih satu bulan yang lalu istrinya mengeluhkan rasa sakit yang tak tertahankan diareal ginjalnya. Dalam keadaan tergesa-gesa Emi Sumitra membawa istrinya itu ke UGD RSUD Muhammad Hoesin.

Hasil diagnosa dokter RSMH menunjukkan istrinya mengidap penyakit gagal ginjal dan perlu dirawat inap untul mencegah agar tidak semakin parah.

Sri Lestari akhirnya dirawat intensif lebih kurang satu bulan di RSMH Palembang. Berkat pertolongan medis akhirnya kondisinya mulai menunjukkan perubahan berarti.

“Alhamdulillah sekarang kondisi kesehatan istri saya mulai membaik. Setelah sebelumnya harus istirahat total. Untungnya selama perawatan istri saya ditanggung oleh asuransi dari BPJS,” ucapnya.

Setelah kondisi kesehatan istrinya semakin membaik dan menunjukkan tanda-tanda pulih dokter yang merawat memperbolehkan untuk pulang dengan catatan tetap memeriksakan kesehatan secara berkelanjutan atau dikenal dengan istilah berobat jalan.

“Kata dokter sudah boleh pulang asal rutin kontrol kesehatan di RSMH Palembang,” lanjutnya.

Dokter juga menyarankan pihak keluarga meminta surat rujukan berobat jalan ke RSMH dari BPJS cabang Kabupaten Banyuasin sebagai syarat kelengkapan administrasi.

“Maka dari itu saya mendatangi BPJS Banyuasin dan menceritakan semuanya agar mendapatkan surat rujukan ke RSMH untuk memeriksakan kembali kondisi kesehatan istri saya,” lanjutnya.

Alih-alih mendapat respon positif, pihak BPJS Banyuasin malah menolak memberikan surat rujukan yang diminta tersebut, dengan dalih mereka hanya bisa memberikan rujukan ke RS Myria, RS Siti Khodijah Atau RS Bhayangkara di Palembang.

“Alasannya BPJS tidak berwenang memberikan rujukan pasien dari Kabupaten Banyuasin untuk berobat ke RSMH Palembang. Mereka hanya bekerjasama dengan RS Myria dan Siti Khodijah dan itu sudah menjadi kebijakan pihak BPJS,” bebernya.

Melihat kondisi itu, Emi Sumitra menilai pelayanan administrasi kesehatan yang diterapkan BPJS Banyuasin berbelit dan tidak pro rakyat.

Dirinya sangat meyesalkan hal itu, apalagi Gubernur Sumatera Selatan selalu menggaungkan berita pelayanan terbaik di bidang kesehaan dimanapun itu di Sumsel.

“Apa pihak BPJS Banyuasin berani tidak mengindahkan himbauan dari Gubernur Sumsel tersebut. Kenyataannya seperti yang saya dan istri saya alami saat ini,” pungkasnya.

“Inikan aneh. Istri saya satu bulan dirawat di RSMH Palembang dan dinyatakan sudah boleh pulang oleh dokter asal rutin kontrol kesehatan lanjutan di rumah sakit yang sama agar memudahkan proses pemulihan dan melihat rekam medis pasien. Kenapa BPJS Banyuasin malah menolak dan justru merujuk ke rumah sakit lain. Ada apa ini sebenarnya. Alasannya sagat tidak masuk akal,” tegasnya.

Dia bingung sebenarnya apa alasannya sehingga permintaan surat rujukan untuk mendapatkan rawat jalan di RSMH Palembang tetapi tidak diberi rekomendasi BPJS Kabupaten Banyuasin. (rmol/bo)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *