Kesehatan

Soal tidak ada air minum, Direktur RSU Ibnu Sutowo: Ini masalah komunikasi saja

on

Baturaja, Sumseltoday.com – Pasien dirumah Sakit Umum Ibnu Sutowo Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan mengeluh pelayanan yang diterimanya.

Pasien berinisial NH kepada Sumseltoday.com mengatakan bahwa selama 48 jam berada dirumah sakit Umum Ibnu Sutowo, kalau makanan memang ada, namun tidak diberikan air putih. Rabu, (27/02/2019) pukul 14.00 WIB.

“Semua pasien RSU Ibnu Sutowo pun tidak mendapatkan air putih untuk diminum”, keluhnya.

Menurut pengakuan NH, ia disini bukan bicara soal nominal berapa harga air putih.
“Apalagi di RSU Ibnu Sutowo dekat sekali dengan air sungai, seharusnya air sungai disitu diberikan selang atau pipa air, kan bisa dihasilkan air putih untuk diminum”, ungkapnya.

Lebih lanjut, NH juga mengungkapkan bahwa dirinya selaku pasien RSU Ibnu Sutowo merasa wajar bila menutut hak sebagai pasien. “tidak mungkin air putih saja tidak ada dirumah sakit ini, air putihkan kebutuhan pokok, bila sudah makan, tentunya akan minum air putih” keluhnya lagi.

NH sempat bersitegang dengan perawat dan menolak makanan yang diberikan kepadanya, lantaran tidak adanya air minum.

“Saat saya hantarkan makanan untuk pasien NH dibilang kepada saya dengan nada arogan: “bawa lagi makanan ini, kalau tidak saya tendang makanan ini””, terang perawat yang bertugas melayani pasien NH.

NH menjelaskan dirinya tidak marah kepada perawat, tapi ia tidak suka dengan kebijakan disini.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sutowo Baturaja, Dr. Rynna Dyana. R saat dikonfirmasi mengatakan “dari dulu di Rumah Sakit Umum ini memang tidak di siapkan air putih, bukan hanya saat di zaman saya Direktur”, terangnya.

“Kebutulan tadi saya sudah panggil staf saya dan pejabat di bagian penunjang yang mengurus ini, saya anggap saja biar bisa jadi masukan yang positif bagi kami”, ungkapnya.

Kalau pasien minta, biasanya di kasih terkadang ada juga pasien yang minta air panas kita kasih”, pungkas Dr. Ryyna.

Dr. Rynna juga menjelaskan sebetulnya untuk makanan dan minuman yang diberikan kepada pasien, sudah diperhitungkan oleh ahli gizi disini.

“Kalau untuk perhitungan makanan dan minuman yang disiapkan, sesuai dengan kebutuhan gizi yang sudah dihitung ahli gizi, terkait dengan penyakit yang di derita pasien”, jelasnya.

Bahkan dr. Rynna menambahkan kami juga memberikan air susu dan air teh serta juz buah.

“tergantung gizi pasien dan penyakit yang dideritanya”, tambahnya.

Dr. Ryyna mengaku permasalahan ini hanya kesalahpahaman saja, ia berharap kedepan petugasnya bisa lebih spesifik menjelaskan ke pasien sehingga komunikasinya bisa lebih mudah di mengerti.

Kalau dari segi anggaran tidak di siapkan, tapi kalau minta tetap diberikan kami juga akan memberikan. Dalam hal kejadian ini, kami pihak rumah sakit anggap ini masukan buat ke depan”, tuturnya. (yos)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *