Banyuasin

Sidang Kelompok Tani Karya Bersama Sita Perhatian

on

Banyuasin, Sumseltoday.com – Sidang Kelompok Tani Karya Bersama yang sejak awal bergulir di Pengadilan Negeri Sekayu cukup menyita perhatian Publik dan menjadi penomena di Kalangan Masyarakat Kecamatan Betung. Apalagi pihak tergugat merupakan 2 Tokoh yang sebelumnya menjadi Panutan Masyarakat dan di tokohkan.

Team Kuasa Hukum Kelompok Tani Karya Bersama mengatakan ada puluhan para saksi nanti akan di hadirkan pada sidang kesaksian nanti yang di perkirakan tidak begitu lama lagi. Para saksi memegang fungsinya masing-masing baik saksi Sejarah, saksi lapangan , saksi kunci, unsur pemerintah baik dari tingkat kelurahan bahkan sampai tingkat kecamatan.

Unsur Perusahaan dalam hal ini diduga Adalah PT.Hamita Utama Karsa yang berkantor di Dusun Air tenggulang Kecamatan Babat Supat Sungai Lilin juga akan dihadirkan, karna Lahan yang semula Berjumlah 1500 ha yang tercakup dalam proposal Kelompok Tani Karya bersama tahun 2004 dengan keordinator M. Rifai Buhan Dengan Nomor : 61/082047/ VI/ 2004 tertanggal 14 juni 2004 dgn Lurah Bpk.FIRDAUS S.Sos ( Nip : 010182840 ) dengn Nomor Camat : 91/601000.20/2004 tertanggal 29 Juni 2004 dengan Camat Bpk. DALTON ISWANDI ,MM ( Nip : 010147984 ) Dan di tanda tangani juga oleh PPL Bpk.SUPARDI .A.md dan kepala LPM pada saat itu Bapak MUJIONO ( Alm ).

Dari awal Kelompok tani ini di gagas Oleh Tokoh masyarakat serta unsur pemerintah terkait adalah untuk perkebunan kelapa sawit masyarakat Betung.

Proposal ini juga sempat di tembuskan ke :
1.DPRD kab. Banyuasin
2.Kadisbunhut Kab.Banyuasin
3.BPN Kab.Banyuasin
4.Bapeda Kab.Banyuasin
5.Lembaga Pembina Adat Kab.
Banyuasin

Seiring Waktu Berjalan Para anggota yang berjumlah 750 orang dengan 30 kelompok dengan masing anggota mendapat lahan 2 ha.

Para angggota terus bertanya kepada koordinator kelanjutan kelompok Tani ini, tetapi koordinator selalu mengatakan masih dalam proses. Bulan agustus 2016 terdengar berita bahwa lahan tersebut akan di bebaskan Oleh diduga PT.HAMITA UTAMA KARSA yang berkantor di Dusun Air Tenggulang Kec. Babat Supat Kab. Musi Banyuasin , benar saja berita tersebut dari hasil kunjugan kelapangan Bpk. Supani yang merupakah salah satu saksi lapangan bahwa lahan sudah di garap dgn pembuatan sejunder-sejunder Diduga oleh PT .HAMITA UTAMA KARSA yang Diduga juga tanpa mengantongi Izin dari PEMDA Kab. Banyuasin.

Ketika para anggota mendatangi keordinator dan bertanya akan Hal tersebut Keordinator mengatakan sudah di bubarkan , dan juga Pihak tergugat sudah membuat kelompok Tani Baru dengan nama Usaha Bersama dan Rimba Asam Jaya.

Anggota dan para ketua kelompok menjadi bertambah bingung karna mereka tidak pernah di beritahu prihal pembubaran tersebut.

Dan ini sudah di bantah oleh para ketua melalui surat peryataan di atas materai 6000 bahwa mereka tidak mengetahui dan tidak pernah di beritahu prihal pembubaran tersebut dan siap di ambil sumpah.

Dan di bantah juga oleh Lurah , Camat dan PPL Pertanian dengan Bunyi yang sama. Bahwa kelompok tani ini masih sah secara hukum dan belum pernah di bubarkan. Terdengar kabar juga bahwa lahan tersebut sudah di buat SPH yang entah bagaimana penerbitannya ini juga di pertanyakan anggota. Oleh sebab itu Team Kuasa Hukum Kelompok Tani Karya Bersama apabila memang benar Kuasa hukum akan menaikkan Persoalan ini ke PTUN .(As)..

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *