Berita Palembang

Sertifikat Tanah dan Barang Berharga Lainnya Raib di Bobol Maling Ketika Tarawih

on

Harianpalembang.com, PALEMBANG – Nasib sial tengah dialami oleh Apriansyah (24) dan keluarganya. Bagaimana tidak, tengah menjalankan ibadah salat Tarawih, kediamannya yang berada di kawasan Jalan Bukit Baru Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat (IB) I malah dibobol oleh kawanan pencuri, Senin (13/6/2016) malam.

Atas kejadian tersebut membuat Apriansyah kehilangan sebuah tas hitam yang berisikan sertifikat tanah atas nama Nusban yang mana tanahnya berada di kawasan Banyuasin, buku tabungan, dan beberapa barang lainnya.

Atas kejadian tersebut, membuat Apriansyah akhirnya melapor ke Polresta Palembang.

Dihadapan petugas, Apriansyah mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat ia dan keluarganya tengah menjalankan ibadah tarawih, sedangkan di rumah miliknya tinggal kakak perempuannya yang bernama Janita Narena.

Menurut Apriansyah, ketika itu Janita tengah tertidur lelap di rumah tersebut.

Tengah tertidur, tiba-tiba ia terdengar bunyi berisik di rumahnya, seperti ada orang yang hendak membobol rumahnya.

“Dia itu dengar suara berisik-berisik. Terus memanggil-manggil nama saya, karena tidak ada yang menjawab, diapun langsung keluar.”

“Saat itulah ia melihat ada orang yang keluar dari rumah, dan kabur menggunakan sepeda motor,” ujarnya saat memberikan keterangan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Selasa (14/6/2016).

Apriansyah menambahkan, tak lama setelah kejadian, ia dan keluarganya lalu pulang kerumah, dan langsung memeriksa seisi rumahnya.

Saat itu, belum diketahui jika ia kehilangan sebuah tas miliknya itu. Ia baru mengetahui jika ia kehilangan tasnya itu, saat ia hendak pergi bekerja.

“Malam itu saat diperiksa memang kunci gembok rumah sudah dirusak seperti menggunakan linggis, tapi malam itu saat diperiksa tidak ada yang hilang, baru tahu saat hendak kerja,” katanya.

Menurut Apriansyah, beberapa hari sebelum kejadian itu, rumahnya tersebut sempat diintai oleh seseorang, karena ada beberapa orang yang bertanya tentang keadaan rumahnya tersebut.

“Kejadiannya malah gini. Kami takut saja, sertifikat itu bakal di salah gunakan, selain itu buku tabungan itu digunakan untuk bertransaksi membayar gaji para karyawan,” keluhnya. (Portal Sumsel)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *