Hukum

Ribuan Miras Hasil Sitaan Polres Banyuasin Selama Bulan Ramadhan Dimusnahkan

on

Harianpalembang.com, PANGKALAN BALAI – Polres Banyuasin memusnahkan ribuan Miras, tuak dan petasan hasil operasi giat cipta kondisi selama bulan Ramadhan. Barang tersebut didapat setelah jajaran Polres dibantu Polsek operasi di setiap Kecamatan yang ada di wilayah Banyuasin, Kamis (15/6).

Adapun barang barang bukti yang dimusnahkan tersebut 2.143 botol minuman keras (Miras) dari berbagai jenis seperti anggur merah, asoka, vodka dan intisari. Kemudian petasan dan kembang api 13.132 buah seharga Rp 5,6 juta, 7 pucuk senpi terdiri 5 laras pajang dan 2 laras pendek, 3 sajam terdiri dua parang dan satu pedang. Selanjutnya tuak 32 dirijen atau sebanyak 800 liter seharga Rp 4 juta.

” jadi total barang bukti yang berhasil kita musnahkan senilai Rp 45.458.000,” kata Kabag Ops Kompol Kahar Muzakir.

Menurutnya barang bukti tersebut didapat dari operasi Polres Banyuasin dan jajaran Polsek yang ada di setiap Kecamatan. Tujuannya agar tercipta rasa aman masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Barang bukti tersebut jelasnya, didapat dari operasi cipta kondisi yang dilakukan Polres Banyuasin bersama Polsek Jajaran. “Operasi ini kita lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa,”katanya.

Sementara itu Kapolres Banyuasin AKBP Prasetyo mengatakan barang bukti tersebut didapat dari 30 tempat yang ada di 14 kecamatan. Selain itu menurutnya terus dilakukan patroli agar masyarakat aman dan nyaman dalam menjalan ibadah puasa.

” Tindak pidana asusila, curat dan curas biasanya diawali dari miras, harapan saya masyarakat terus mendukung adanya razia ini agar masyarakat tidak risau. Saya jamin kita tidak mau mencari-cari kesalahan operasi ini semata-mata untuk menciptakan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Terkait tuak berdasarkan hasil penyelidikan banyak ditemukan di Kecamatan Tanjung Lago, Prasetyo meminta ada solusi permasalahan ini. Menurutnya tanaman tuak bisa diproduksi dalam bentuk lain bukan miras.

Sementara itu, Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian SH memberikan apresiasi atas giat cipta kondisi yang dilakukan jajaran Polres Banyuasin. “Barang bukti ini hasil kegiatan di Polres dan jajaran sebelum puasa berlangsung. Kenapa ini diamakan karena tempat penjualannya yang salah tidak sesuai tempat,”katanya.

Giat ini perlu didukung dalam rangka membasmi penyakit masyarakat seperti miras, perjudian dan lainnya. Tujuannya tidak lain untuk memberikan kenyamanan dan kekhusukan agar jauh dari gangguan selama puasa.

Terkait Tuak di Tanjung Lago, Bupati menegaskan akan melihat persoalan secara detil. Menurutnya ada pembuat dan ada market, maka Bupati minta camat dan kades untuk melakukan tindakan persuasif. ” Kita akan libatkan camat dan kades terkait permasalahan ini,” tegasnya.

Hadir juga dalam pemusnahan barang bukti ini, Kejari Pangkalan Balai Asmadi, Asisten II Rislani, Danramil Pangkalan Balai, Camat Banyuasin III Alfian, Lurah Mulya Agung,tokoh Masyarakat dan Tokoh agama.

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *