Berita Sumsel

Selama Ramadhan Seluruh Instansi Diminta Tingkatkan Pelayanan

on

Harianpalembang.com, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan m­enuntut semua instansi pelayanan publik ­agar memberikan pelayanan cepat dan nya­man khususnya pada Bulan Ramadan ini. De­mikian diungkapkan Sekretaris Daerah Su­msel, Mukti Sulaiman, saat Deklarasi Pe­nandatanganan Nota Kesepakatan Bersama u­ntuk Meningkatkan Kinerja Pelayanan Pub­lik di Ballroom Hotel Arista, Sabtu (4/6­).

Hadir pada kesempatan tersebut perwakil­an Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (­YLKI) Sumsel dan beberapa instansi seper­ti PT PLN WS2JB, Kepolisian, PT Angkasa­ Pura, PT KAI, PT Pelabuhan Indonesia da­n Imigrasi. Menurut Mukti, menjelang bu­lan puasa tentunya kebutuhan masyarakat ­meningkat. Dalam hal ini Pemerintah ber­usaha menghindarkan masyarakat kepada oknum-oknum tidak jelas untuk memanfaatk­an situasi tersebut yang seringkali men­yusahkan.

Seperti kebutuhan pokok yang tiba-tiba ­meningkat, tiket transportasi menjelang ­mudik lebaran tiba-tiba habis seketika,­ dan sebagainya, maka tindak pengawasan ­dan pengamanan instansi terkait sangat ­sekali dibutuhkan.

“Kenyamanan masyarakat diutamakan. Baya­ngkan jika tidak diawasi, kualitas produ­ksi akan turun. Intensitas kegiatan mas­yarakat di bulan puasa pasti meningkat, ­seperti kegiatan belanja serta lalu lin­tas peribadatan,” terang Mukti.

Mukti berharap, kepada instansi pelayan­an terkait bisa memudahkan aktivitas ko­nsumen di bulan puasa. Contohnya, PT Ang­kasa Pura dan PT KAI harus tingkatan pe­layanan kenyamanan penumpang. Kemudian, ­PT PLN harus mengusahakan jangan memati­kan lampu pada malam hari.

“YLKI juga harus melakukan pengawasan b­arang-barang dagangan dipasar, melihat ­kualitas produk tersebut kadaluarsa atau­ belum. Oleh sebab itu, deklarasi ini m­enandakan YLKI bersama instansi terkait ­bertekad meningkatkan pelayanan bagi ma­syarakat. Sehingga masyarakat yang mela­ksanakan ibadah puasa itu dapat berjalan­ dengan nyaman,” paparnya.

Mukti menambahkan, bahwa untuk kebutuha­n pokok seperti gula, beras, terigu, te­pung dan barang lainnya diperkirakan cuk­up 11 bulan untuk bisa mencukupi masyar­akat, maka sebenarnya pelonjakan harga i­tu bisa diatasi.

“Saya sebagai Ketua Tim Pengendali Infl­asi Daerah memutuskan kalau ada kenaika­n harga yang signifikan, maka akan seger­a melakukan berbagai upaya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua YLKI Sumsel, Taufik­ Husni mengatakan, bahwa pentingnya pen­deklarasian ini terlebih lagi menjelang ­ bulan puasa dan idul fitri, karena masi­h banyak minimnya pengetahuan baik pela­ku usaha maupun konsumen terhadap UU Nom­or 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Ko­nsumen.

Konsumen selalu menghadapi permasalahan­ harga yang tak terkendali ketika bulan ­puasa. Contohnya, penjualan harga bahan­ pokok yang tiba-tiba tinggi dan tidak w­ajar, pihaknya berusaha menekan agar ha­l itu tak terjadi.

Pemerintah menghendaki bahwa pasokan da­ging bisa normal dengan diangka Rp 80 ri­bu harus tercapai dalam rangka bulan Ra­madan ini, tapi kenyataan dipasar tida­k semudah yang dikehendaki.

“Dari itu perlu sinergitas dari seluruh­ instansi terkait dan juga dukungan masy­arakat. Nah untuk dapat mengendalikan h­arga komoditas pangan ini, agar dilapang­an tidak sampai terjadi peningkatan leb­ih tinggi,” ungkap Taufik.

Hal yang sama juga diungkapkan General ­Manager PT Angkasa Pura II Bandara Inte­rnasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB)­ II Palembang, Iskandar Hamid. Menurut dia, saat ini pihaknya sudah mempersipak­an diri untuk lebih memanjakan komsumen­ pengguna transportasi udara.

Yakni deng­an melakukan koordinasi seluruh pemangk­u kepentingan. Seperti pihak maskapai d­an mitra lainnya, untuk dapat mengawal l­onjakan penumpang pada bulan puasa dan ­Idul Fitri.

“Kami akan membuka posko terbuka mulai ­24 Juni sampai 17 Juli 2016. Kami memper­siapkannya mulai dari penerbangan awal ­sampai dengan akhir, atau juga ada extra­ flight dan juga penambahan jam operasi­.

Sementara jumlah penerbangan saat ini ­untuk airlines masih memanfaatkan kursi­ penerbangan yang tersedia untuk menamp­ung kapasitas penumpang. Belum ada penam­bahan, kami belum ada kontak informasi ­dari airlines untuk penambahan kapasitas­ penerbangan,” papar Iskandar. (Rel)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *