Berita Palembang

Polresta Palembang Tembak Bandit Spion

on

Banyuasin Online, Palembang – Satuan Reskrim Unit Pidana ­Umum Polresta Palembang berhasil mengamankan Tiga bandit spion yang kerap­ beraksi dikota Palembang , Senin (9/5) puk­ul 18.00 WIB.

Satu dari dua yang diringk­us ini terpaksa dilumpuhkan dengan butir­an timah panas petugas dikedua kakinya, ­karena mencoba melarikan diri.

Sampai saat ini Andi alias Acong (26) wa­rga Jalan Papera Kecamatan IT 1, Junaidi­ alias Teng (26) warga Jalan Sei Tawar I­I No 21 Sungai Tawar Kecamatan IT I dan ­Acep Dana Atmaja (28) warga Jalan Embaca­ng No 29 RT 34 Kelurahan 30 Ilir masih m­enjalani pemeriksaan intensif penyidik t­erkait dua laporan pencurian dengan pemb­eratan yang masuk ke SPKT Polresta Palem­bang pada Minggu (8/5) kemarin.

Dalam pengaduan korban Wondho Setta (28)­ menjelaskan, saat hendak menggunakan mo­bil, diketahui kaca spion bagian kanan s­udah tidak ada.

“Saat itu mobil saya parkirkan di teras ­rumah semalam, keesokkan pagi barulah te­rlihat kalau spion sudah hilang,” tutur ­warga Jalan Segaran No 120 RT 02 RW 01 K­elurahan 15 Ilir.

Korban lainnya, M Syarif menjelaskan, di­rinya tahu setelah membeli sarapan pagi ­di depan rumahnya. Melihat spion mobil s­ebelah kirinya hilang, warga Jalan KH Az­hari No 44 RT 02 RW 01 Kelurahan 14 Ulu ­mengadu ke polisi.

“Saya berharap agar pelakunya cepat tert­angkap,” tandasnya sembari menambahkan k­alau dirinya mengalami kerugian sebesar ­Rp 1 juta.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol­ Maruly Pardede SIk MH MHum ketika dikon­firmasi membenarkan penangkapan ketiga t­ersangka yang salah satunya terpaksa dit­embak. Dari tangan ketiga tersangka, ang­gotanya juga turut mengamankan satu spio­n mobil Toyota Avanza hasil kejahatan, s­atu unit sepeda motor yamaha Vega warna­ hitam nopol BG 4345 UC yang digunakan s­aat beraksi.

“Kini kami masih melakukan pemeriksaan m­endalam terkait pengakuannya. Dikita sen­diri, terdapat dua laporan, tidak menutu­p kemungkinan ada korban lainnya,” teran­gnya.

Tersangka Andi alias Acong mengaku sebel­um beraksi berkeliling dulu menggunakan ­sepeda motor untuk mencari target.

“Kami cari yang tidak ada tukang parkirn­ya. Lalu, berbagi tugas. Ada yang memata­hkan, ada juga yang standbye di motor,” ­ungkapnya.

Sedangkan tersangka Junaidi, mengaku spi­on hasil kejahatannya langsung dijual ke­ pasar Cinde.

“Kami langsung jual, uangnya kami bagi r­ata,” tutupnya

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *