Banyuasin

Petani sawit Tanjung Lago keluhkan ulah LSM

on

Harianpalembang.com – Ratusan petani sawit Plasma di Kecamatan Tanjung Lago resah dan mengeluhkan ulah oknun yang mengaku LSM merusak jalan akses petani sehingga menyulitkan aktifitas sehari-hari. Selain itu oknum LSM juga berusaha merebut dan mengambil alih lahan plasma milik petani di kawasan tersebut, Selasa (20/12)

Akibat ulah sekelompok oknum yang menamakan diri berasal dari LSM ini jalan akses petani dirusak agar petani sulit beraktifitas ke kebun. Selain itu petani juga kesulitan saat akan menjual hasil panen karena jalan dirusak.

Idris salah satu petani menceritakan, mereka sebagai petani mengeluhkan ulah sekelompok orang yang menamakan LSM ini telah merusak akses jalan kebun. Akibat rusaknya akses jalan ini petani sempat kesulitan menuju kebun dan menjual hasil pertanian.

” Kami resah dan takut pak ulah mereka ini. Mereka bilang ini tanah bukan milik petani padahal kami sudah bertahun-tahun mengusahan kebun ini. Dari sinilah kami bisa memberi makan anak istri kami. Mereka tega merusak jalan akses agar kami tidak bisa ke kebun,” kata Idris diamini oleh petani lainnya.

Menurut Idris ada 300 kepala keluarga yang selama ini telah mengusahan perkebunan sawit di lahan tersebut. Tetapi akibat ulah LSM ini petani menjadi resah dan takut karena sering di intimidasi oleh LSM.

” ada lima titik jalan akses dirusak, kondisi ini membuat distribusi pupuk terganggu dan kami petani merugi karena tidak bisa membawa hasil panen kami karena jalan dirusak. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” keluhnya.

Petani lain, Hairil, juga mengeluhkan serupa, menurut ia akibat jalan rusak buah hasil panen petani menjadi busuk karena tidak bisa dibawa keluar, selain itu karena jalan rusak petani terpaksa berenang saat akan ke kebun.

” Ada 300 kepala kekuarga pak yang mencari nafkah di kebun ini. Selama ini kami aman-aman saja. Kenapa sekarang adanya ulah LSM ini mereka jadi semena-mena mau mengambil kebun kami, apalagi kabarnya dibelakang LSM ini ulah salah satu oknum PNS di Banyuasin,” ujarnya disambut sorak petani lain.

Petani sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Akan tetapi belum ada tindak lanjut atas pengrusakan ini. Ia berharap polisi segera menindaklanjuti ulah LSM yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Untuk mensiasati agar jalan akses kembali normal, petani bersama-sama gotong royong menimbun kembali jalan yang sempat dirusak LSM. Petani juga bersama-sama melakukan penjagaan agar jembatan tidak dirusak kembali.

” Sebenarnya salah kami apa. Jalan ini kami perbaiki secara gotong royong. Ini lahan sudah lama kami usahan. Mereka itu LSM seharusnya melindungi kami rakyat kecil bukan menakut-nakuti kami dengan cara ini,” keluh petani tersebut. NIStanjung lago

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *