Nasional

Peringati Sumpah Pemuda Ke-89, Kemenpora Bacakan Ikrar Di 9 Titik

on

Jakarta, sumseltoday.com – Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu akan dirayakan Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan cara berbeda. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan membacakan ikrar Sumpah Pemuda melalui video conference di 9 lokasi terpisah, di dalam dan di luar negeri. Para pemuda yang membacakan Ikrar Sumpah Pemuda dipilih dari 9 kegiatan unggulan bidang kepemudaan.

“Kemajuan teknologi hari ini memungkinkan kita untuk melakukan kembali pembacaan ikrar ini secara bersama-sama, dengan menggunakan video conference yang menguatkan sekaligus membuktikan bahwa meski kita berbeda, meski kita jauh terpisah dari timur hingga barat dan utara selatan, di dalam dan luar negeri, namun jiwa kita masih sama, Indonesia,” kata Menpora Imam Nachrawi.

Menurut Imam, Kemenpora akan terus menyerukan dan menggelorakan semangat berani bersatu terutama di kalangan anak muda. 9 pemuda yang dipilih tersebut berasal dari pemuda magang di Turki, pemuda lintas agama di Merauke Papua, peserta Kirab Pemuda di Kota Padang Panjang Sumatera Barat, peserta Kirab Pemuda di Ternate Maluku Utara, peserta Pemuda Tani di Bulukumba Sulawesi Selatan, Pemuda Manufaktur di Sleman Yogyakarta, Pemuda Antinarkoba di Tangerang Banten, Pemuda Mandiri Membangun Desa di Mojokerto Jawa Timur, dan Pemuda Pelopor di lokasi pemberian penghargaan Kota Layak Pemuda di Padang Sumatera Barat. Acara tersebut dihadiri oleh 200 perwakilan OKP, 200 pemuda difabel dan 55 pemuda Konsultasi, kalangan atlit dan masyarakat.

Menpora Imam menegaskan, di Hari Sumpah Pemuda tahun ini, berbagai kemudahan yang dimiliki pemuda justru membuat bangsa ini lebih sering berselisih paham, mudah memvonis orang, mudah sekali berpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, saling mengkafirkan, menebar fitnah dan kebencian. Imam Nahrawi memandang seakan pemuda dipisahkan oleh jarak yang tak terjangkau, atau berada di ruang isolasi yang tidak terjamah, atau terhalang oleh tembok raksasa yang tinggi dan tebal hingga tidak dapat ditembus oleh siapapun.

Seharusnya dengan kemudahan teknologi dan transportasi, membuat anak muda lebih mudah berkumpul, bersilaturahmi, dan berinteraksi sosial. ” Seharusnya tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci, karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik,” kata Imam di pidato Sumpah Pemuda 2017. (Rwl)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *