Banyuasin III

Penuh Lobang, Pengguna Jalan Lingkar Nekat Lawan Arah

on

Harianpalembang.com, PANGKALAN BALAI – Jalan lingkar sejauh ± 10 km dari Kelurahan Kayuara Kuning Km 42 hingga Km 52 kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Sumsel, sejauh 9 km kini mengalami kerusakan yang sudah terbilang parah.

Jalan bebas hambatan tersebut dipenuhi lubang yang mengangga dan digenangi air, Padahal jalan lingkar ini satu-satunya akses menuju Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin juga merupakan jalan alternatif di dalam ibukota Kabupaten Banyuasin sekaligus untuk jalur bebas bagi pemudik.

Akibat dari kerusakan jalan itu, tidak sedikit pengendara roda dua maupun roda empat dengan terpaksa nekat melintas dengan melawan arah karena mencari jalan yang bagus agar kendaraan tidak terjebak lubang.

Sampai memasuki bulan Ramadhan 1437 H belum ada tanda-tanda dari pihak terkait terutama Pemkab Banyuasin untuk memperbaiki kerusakan pada jalan itu, bahkan banyak kalangan menuding ruas jalan lingkar sebagai jalur bebas hambatan satu-satunya sebagai ATM di Bumi Sedulang Setudung.

Informasi yang dihimpun, jalan lingkar tersebut mendapat dana tambahan, untuk perbaikan pada APBD 2015 dianggarkan senilai Rp. 9,8 Milyar, ujar Munir kepada wartawan (9/6).

Dikaitkan dengan bulan Suci Ramadhan mengapa pemkab Banyuasin enggan berbuat baik tentang jalan lingkar ini.

“Membuat hati para pengguna jalan lingkar ini menjadi tenang dan nyaman terutama di bulan puasa ini apakah bukan sebuah kebaikan dan pahalanya tentu dilipatkan lho di bulan mulia ini, usai Sholat Ashar di Masjid Al-Amir,” imbuh Munir yang mengaku sebagai warga Betung saat melintas kemarin.

Dilanjutkannya, saat mulai memasuki jalan lingkar Kabupaten ini, mata mulai disuguhkan dengan kerusakan jalan yang terdapat dibeberapa titik lubang dengan diameter yang cukup besar. Kondisi ini akan lebih parah lagi jika turun hujan dan sangat berbahaya melintas pada malam hari.

“Lubang yang tertutup air dan penerangan lampu jalan yang minim saya rasakan sangat membahayakan bagi kami pengguna jasa dijalan itu dengan kendaraan apalagi jenis kendaraan roda dua melintasi jalan ini,”tegasnya.

Menurut Munir, jalan lingkar itu sebenarnya banyak memberikan manfaat yang sangat besar bagi pengguna jalan. Selain menjadi jalan alternatif, jalan lingkar ini bisa memotong jarak yang lebih dekat.

“Kalau melalui jalan poros akan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama, belum lagi kemacetan yang kerap terjadi di Pasar Induk Banyuasin di Pangkalan Balai. Tapi kalau melalui jalan lingkar, jarak tempuh akan lebih cepat dan tidak terjebak kemacetan, “jelasnya.

Sayangnya lanjut dia Pemkab Banyuasin, terkesan tidak peduli dan membiarkan jalan lingkar ini rusak parah, malah berkembang isu kawasan itu dijadikan ATM saja.

“Apakah tidak takut dosa, dan akan menjadi dosa siapa?. Jika pengguna jalan lingkar ini terjadi sesuatu seperti kecelakaan dan apa itu bukan menjadi tanggungjawab bupati sebagai pemimpin,”katanya dengan nada tanya.

Masih kata dia, untuk menikmati jalan yang kondisi mulus hanya disekitar perkantoran saja selanjutnya dii jalan itu mirip dengan kubangan kerbau saja.

“Kalau mau dilihat, jalan yang kondisinya bagus itu hanya dari gerbang Km 42 yang ada di Kelurahan Kayuara Kuning sampai Komplek Perkantoran, tapi dari Simpang Lubuk Saung sampai pintu gerbang di Desa Satrio kondisinya sangat memperihatinkan alias rusak parah,”bebernya.

Padahal lanjut Dia, angaran pembangunan jalan lingkar ini memakan biaya yang sangat besar. “Saya tidak tahu persis angkanya, tapi proyek ini dilakukan pembangunan menggunakan dana tahun jamak, pada saat masih dijabat H Amuruddin Inoed sampai dua periode sebagai bupatinya dan kini dijabat oleh anaknya Yan Anon Ferdian, justru semakin para kerusakannya”, tuturnya.

Munir berharap, pemerintah segera memperbaiki jalan lingkar yang rusak parah ini.
“Sayang kalau dibiarkan hancur, karena membangunnya pakai uang rakyat bukan uang pribadi Mudah-mudahan keluhan warga ini didengar para petinggi di Banyuasin dan jangan diam saja. Jangan seperti sindiran Allah dalam ayatnya Shummum bukmun umyun fahun layarjiun”, jelasnya.

Dia yakin dan percaya pemimpin Banyuasin masih punya hati nurani dan masih takut dengan sindiran Allah melalui ayat Quran ” Shummum bukmun umyun fahun layarjiun” ini. (mereka yang Tuli, Bisu dan Buta)

“Jika di bulan puasa jalan lingkar ini diperbaiki akan membuat para pengguna jalan merasa senang dan nyaman lalu berdoa buat kebaikan sang pemimpin, siapa yang menuai kebaikannya, kalau bukan pemimpin itu sendiri,”paparnya.

Namun sayangnya, Kadis PU Bina Marga Banyuasin, H Abi Hasan ketika dikonfirmasi, Kamis (9/6) tidak berada di tempat, ada di Pulau Harapan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin hadiri kedatangan menteri pertanian, meskipun kegiatan itu merupakan leding sektornya Dishutbun dan Distanak Banyuasin.

“Pak Abi lagi menghadiri acara kedatangan Menteri Pertanian RI di Pulau Harapan, melakukan penanaman jagung sisten Intercroping dengan karet hari ini”, kata seorang stafnya yang meminta namanya tidak disebut dalam pemberitaan. (waluyo)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *