Berita Sumsel

Pemprov Sumsel Batalkan 22 Perda

on

Harianpalembang.com, PALEMBANG – Presiden Jokowi Widodo menginstruksikan Kementerian Dalam Negeri untuk mengambil kebijakan membatalkan peraturan daerah (perda) yang dianggap bermasalah dan dapat menghambat investasi serta lebih memberatkan pengusaha.

Kepala Biro Hukum dan HAM, Ardani, Kamis (16/6). Mengungkapkan dari beberapa tahapan, dihasilkan 118 perda yang perlu dikaji ulang, “Pada pertemuan rapat koordinasi kepala biro hukum seluruh Indonesia pada tanggal 12 Mei lalu di Lombok, menghasilkan kesimpulan dari 118 perda yang perlu dikaji, kita pemerintah Sumsel mengambil kebijakan untuk 22 perda di kaji oleh Pemprov dan 96 perda lainnya dikaji oleh pemerintah pusat, sementara itu pemerintah provinsi lain menyerahkan semuanya ke pusat” jelas Ardani

Hasilnya ternyata, tambah Ardani, “dari 22 perda yang perlu dibatalkan ada 18 perda dan empat lainnya tidak bisa dibatalkan karena sudah benar, namun ada empat perda yang telah dibatalkan oleh pak Gubernur lebih dulu, kira-kira seminggu sebelum pendataan perda yang perlu dikaji,” terang Ardani

Tetapi, sambung Ardani, “Bukan semua perdanya dibatalkan tetapi pasal-pasal yang dinilai lebih memberatkan masyarakat, dari 22 perda itu hanya sembilan perda untuk keseluruhan dibatalkan, sisanya 13 perda hanya pasal-pasal yang dianggap bermasalah,” jelasnya

Menurutnya, “Perda yang dibatalkan merupakan perda yang tidak memiliki landasan hukum dari perundang-undangan yang lebih tinggi, memberatkan pengusaha dan masyarakat serta dapat menghambat investasi, selain itu kenapa ada pasal yang tidak dihapuskan karena masih diperlukan” tuturnya.

Ardani juga menambahkan, biaya pembuatan perda menggunakan anggaran yang cukup besar dan proses yang cukup panjang, mulai dari pembuatan naskah akademis, penggandaan bahan untuk dewan serta study banding anggota dewan dan penetapan perda.

“Pembuatan satu perda itu bisa menghabiskan dana sekitar Rp. 200 juta, untuk naskah akademis saja biayanya 50 juta ditambah biaya proses yang lain,” ujarnya. (***)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *