Banyuasin

Pelanggaran Operasi Patuh Musi 2016 Didominasi Roda Dua

on

Banyuasin Online, Banyuasin – Satuan Polantas Polres Banyuasin menggelar Operasi Patuh Musi 2016 digelar serentak di Tanah Air dimulai (16/5) lalu hingga hari Kamis petang ini (19/5) yang banyak terjaring didominasi pengendara kendaraan roda dua. Sayangnya pengendali Ops tersebut yang dikomandoi Iptu Agus Gunawan belum dapat memberikan secara rinci jumlah kendaraan yang sudah terjaring baik kendaraan R2, R4 maupun jenis kendaraan lainnya selama 3 hari digelar.

Namun dia mengatakan saat menggelar Ops dijalintim sumatera tepatnya di Pos Lantas KM 42 Kelurahan Kayu Ara Kuning Kecamatan Banyuasin III itu yang mendominasi pelanggarnya para pengendara R2 dengan kasus Tidak mengenakan Helm standar SNI, Tidak dapat menunjukan Surat Kendaraanya, Kendaraanya tidak dipasang kaca Spion dan Tidak dipasang Plat Nopol kendaraanya termasuk tidak memiliki SIM.

Menurutnya, Operasi Patuh musi merupakan kegiatan rutin tahunan dan sudah terprogram secara Nasional ini sejak digelar dengan sasaran pelanggaran bagi pengendara yang tidak melengkapi peraturan mengendarai kendaraan bermotor.

”Pengendara yang terjaring dalam ops ini kebanyakan mereka tidak menggunakan Helm SNI, Kaca Spion dan Kelengkapan Dokumen Kendaraan baik roda dua maupun roda empat, bagi kendaraan yang tidak mempunyai kelengkapan baik SIM maupun surat lainnya dikenakan sanksi berupa Tilang.

untuk memberikan efek jera kepada para pengendara yang tidak melengkapi dokumen maupun standar safetynya  maka pengendara akan diberikan surat tilang berupa tilang SIM kalau tidak ada STNK kemudian pengendara mengurus sendiri surat tilangnya di Pengadilan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa.

Diharapkan dengan diadakannya ops patuh musi 2016 ini kesadaran para pengendara untuk dapat mentaati tertib berlalulintas bisa lebih meningkat baik lagi.

“Yang terjaring setiap digelar ops jumlahnya sudah seratus lembar tilang, pelanggaran yang kita tilang tidak menggunakan helm dan perlengkapan dokumen lainya” jelasnya sembari menambahkan bahwa pelanggaran yang paling banyak terjaring oleh razia ini adalah kendaraan roda dua.

“Baru empat hari kami lakukan Ops Patuh Musi , Yang terbanyak roda dua lakukan pelanggaran, sebab pengendara tidak mampu menunjukan surat-surat kelengkapan sepeda motor dan pelanggaran lain selain tidak mampu menunjukan kelengkapan dokumen seperti berbonceng tiga orang dan tidak memakai helm”, imbuhnya.

Masih kata dia, ketika disinggung terkait penemuan barang-barang yang dilarang saat digelar ops, dirinya mengaku belum mendapatkan masalah itu, Namun pihaknya memberi sanksi hanya sebatas melakukan penahanan kendaraan saja.

” Sejauh ini belum menemukan barang-barang yang dilarang saat digelar Ops, tetapi ada kendaran yang sudah ditahan sebanyak tiga unit dengan dasar pengendarabtidak membawa perlengkapan surat kendaraan”, ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengendara yang tidak mau disebutkan namanya mengaku tidak mengetahui kalau ada operasi patuh musi 2016 ini.
“Kami dari sekayu hendak ke Palembang, tidak tahu kalau ada razia”, ungkapnya.

Dirinya mengaku sangat apresiasi dengan adanya Operasi Patuh Musi 2016, sebab selain untuk melihat kelengkapan dokumen kendaraan, pengendara juga bisa lebih hati-hati didalam perjalanan.

“Ya kalau sudah begini mau bagaimana lagi, namun kami senang dengan pemeriksaan ini. Kalau SIM kami habis masa jadi kami bisa memperpanjang dan lain kali kami bisa lebih lengkap lagi dalam membawa kendaraan”, tandasnya. (HS/bo)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *