Berita Sumsel

Pabrik Miras Ilegal Di Ogan Ilir Terungkap

on

PALEMBANG.Sumseltoday.com Pihak Bea Cukai Palembang berhasil mengungkap pabrik minuman keras (Miras) ilegal yang berada di Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan pada Sabtu (16/11). Pengungkapan ini berkat informasi masyarakat yang merasa curiga dengan ada kiriman paket tutup botol miras  menggunakan bis dari Jakarta ke Palembang, Hal ini disampikan Kepala Kantor Wilayah  Sumatera Bagian Timur Dwijo Muryono  pada konferensi pers di Aula kantor Bea Cukai Palembang. Rabu (27/11)

Dari pengungkapan itu berhasil menyita Barang Bukti sebanyak 1.100 botol Miras oplosan palsu merk Mansion House tanpa dilekati pita cukai, Mesin pengemas untuk memasang tutup botol sebanyak 1 buah, 5 Drum yang masing masing berisi 200 Liter Alkohol dan barang lainnya yang digunakan untuk memproduksi Miras illegal tersebut

Penindakan ini berhasil dilakukan berkat informasi masyarakat akan adanya pengiriman tutup botol miras dari Jakarta menuju Palembang menggunakan transportasi bis. Kemudian Tim dari Beacukai Palembang langsung bergerak melakukan pemantauan terhadap paket tersebut di loket bis yang dimaksud. Pada pukul 12.37 siang ada sebuah Mobil mengambil paket tersebut, yang kemudian dilakukan penghentian dan pemeriksaan oleh petugas terhadap mobil tersebut, dari hasil pemeriksaan didapati benar bahwa paket berisi tutup botol Miras jenis Vodka Mansion House.

Lantas Petugas meminta pelaku di dalam mobil untuk menunjukkan pabrik tempat produksi minuman keras tersebut yang berlokasi di Indralaya, Ogan Ilir. Di Lokasi, selain barang bukti, petugas juga turut mengamankan 5 (lima) orang pelaku yaitu AM (pemilik dan distributor barang),Jl (Koki), dan ketiga pekerja berinisial LC,S, dan NS untuk kemudian terhadap semua barang bukti dan para pelaku dibawa ke kantor Beacukai Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari 5 lima orang yang diamankan, Beacukai Palembang menetapkan dua orang tersangka. Terhadap para pelaku dikenakan Sanksi Pidana karena telah melakukan pelanggaran terhadap pasal 50 dan pasal 54 Undang Undang Cukai nomer 39 tahun 2007 yaitu pidana penjara maksimal 5 tahun dan pidana denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Adapun perkiraan kerugian Negara bila Miras tersebut diedarkan ke masyarakat, penerimaan cukai yang tidak dibayarkan kurang lebih senilai 200 juta rupiah.

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *