Banyuasin III

Optimalkan DID, Desa Tanjung Agung Utamakan Drainase

on

Banyuasin III (Banyuasin Online). Pemerintah telah mengarahkan kebijakan membangun desa sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Ini dituangkan dalam Nawa Cita ketiga, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam  kerangka negara kesatuan.

Desa-desa ditempatkan sebagai subjek pembangunan. Masyarakat desa adalah pelaku pembangunan. Paradigma ini harus benar-benar dihayati dan dilaksanakan secara penuh oleh semua elemen bangsa.

Terlebih potensi kekayaan alam di desa-desa sangat melimpah, namun belum digarap secara optimal sehingga belum mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa secara menyeluruh. Karenanya, seluruh masyarakat desa perlu mengoptimalkan semua sumber daya alam yang ada di desanya.

Tidak terbantahkan, desa-desa di Indonesia sangat subur dan gudangnya potensi. Mulai dari aneka buah-buahan, aneka bunga, kerajinan UMKM, sektor pertanian, keindahan alam dan banyak potensi lain yang bisa di-eksplore untuk kemajuan ekonomi desa dan kawasan perdesaan.

Jika semua potensi desa bisa dikelola dengan optimal, maka ekonomi masyarakat desa pasti akan ikut bergerak. Dengan mengelola potensi yang ada, maka tidak akan ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena roda perekonomian desa akan berjalan dengan baik dan merata.

Dukungan pemerintah terhadap kemajuan desa sudah optimal. Selain ada pengakuan dan pemberian kewenangan, juga ada Dana Insfratuktur Desa (DID) yang bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur desa dan pembangunan ekonomi desa berbasis potensi.

Begitu pula yang terjadi di Desa Tanjung Agung Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, setelah menerima kucuran dana DID beberapa waktu lalu dari Pemda Banyuasin dimanfaatkan warga Desa Tanjung Agung untuk peningkatan  infrastruktur jalan seperti pembangunan drainase sepanjang 600 meter, ini merupakan solusi terbaik untuk menjaga lingkungan.

Ketua (TPK) Desa Tanjung Agung Beni Jenal kepada Harianpalembang.com mengatakan “Saat ini proses pembangunan sudah  terealisasi dengan baik dan sebelum kegiatan dimulai kami terlebih dahulu mengadakan musyawarah dengan masyarakat Desa Tanjung Agung untuk  membahas yang mana kebutuhan yang termasuk skala prioritas dan keputusannya adalah pembangunan drainase pembuangan”.

“Pembangunan saluran drainase  saat ini sedang berlangsung sesuai dengan apa yang di inginkan oleh masyarakat maupun pemerintah daerah, malahan volume pengerjaan tersebut kami realisasikan lebih dari RAB, seharusnya 538 meter panjang menjadi  600 meter” ungkapnya di sela-sela menunjukan pembangunan drainase, minggu(17/5).

Sementara itu Kepala Desa Tanjung Agung Dodi menegaskan, “Kami selalu mengutamakan musyawarah  kepada masyarakat desa setempat untuk secara bersama sama memberikan masukan, baik dari pemerintahnya maupun tokoh masyarakat demi kelancaran pembangunan desa kedepannya. Peran serta Kepala Desa memberikan pengawasan serta pembinaan kepada TPK dalam melakukan proses pekerjaan, hal ini dilakukan untuk mencegah penyimpangan seperti jika ada kekurangan dalam proses pekerjaan baik dari segi volume maupun hasil pekerjaan. Sebelumnya telah direncana program normalisasi namun mengantisipasi tumpang tindih pembangunan dengan program SKPD/Dinas di Pemerintah Kabupaten, sehingga kami kembali mengadakan musyawarah kepada masyarakat sehingga diputuskan pembuatan drainase, sebagai program yang akan dilaksanakan”.

“Semua program kegiatan yang menggunakan Dana Infrastruktur Desa (DID) hanya diprioritaskan untuk kapentingan masyarakat, sesuai komitmen kami mensukseskan visi dan misi Bupati Banyuasin,” pungkasnya

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *