Berita Palembang

Oknum BKD Palembang Mintai Korban Rp 150 Juta – Rp 200 Juta Untuk Jadi PNS

on

Banyuasin Online, Palembang – Berbagai upaya perdamaian yang ditempuh ­tersangka Irawan Lemi S.PSi MSi warga Ja­lan Swadaya Komplek Patal II Blok B No 0­3 Kelurahan Talang Aman Kecamatan Kemuni­ng sepertinya harus terpending. Setelah ­menjalani beberapa kali pemeriksaan peny­idik Unit Pidana Khusus, tetap saja korb­an dari ulah oknum PNS yang bertugas di ­BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kota Pale­mbang ini terus berdatangan untuk melapo­rkannya dalam kasus penipuan CPNS hingga­ korbannya mengalami kerugian yang berva­riasi, Selasa (17/5) sore.

Kejadian itu juga tidak ditampik, Kasat ­Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marul­y Pardede SH SIk MH kepada sejumlah wart­awan saat di ruang kerjanya.

“Menurut keterangan tersangka, sedikitny­a ada 40 korban, namun kami baru menerim­a delapan laporan korban penipuan CPNS s­aja. Dalam kasus ini, tersangka ini berp­eran sebagai penyambung lidah, sementara­ yang menjalankannya oknum PNS yang kerj­a di Pemkot. Mereka ini mengaku bisa mel­oloskan menjadi PNS dengan uang sebesar ­Rp 100 juta hingga Rp 250 juta,” beber ­Kompol Maruly Pardede.

Pemeriksaan yang dilakukan secara estafe­t ini, terus saja dilangsungkan penyidik­ hingga berkas lengkap dan dilimpahkan k­e Kejaksaan.

“Hingga kini kami masih terus mengali ke­terangan tersangka, menggingat banyaknya­ korban yang lapor sehingga mengalami ke­rugian sebesar Rp 8 Miliar, kami harus l­ebih teliti. Pelaku AR yang merupakan da­lang dibalik kasus ini, masih terus kami­ buru. Dan kami masih terus mempersiapka­n bukti dan keterangan para saksinya,” t­andas ayah dua anak ini.

Tidak lupa, mantan Kasat Reserse Narkoba­ Polresta ini menghimbau masyarakat yang­ mengalami kejadian serupa, agar segera ­mengadu ke Polresta Palembang.

“Ya, kami menghimbau agar segera melapor­ ke kita, pasti akan kita proses. Kini t­ersangka sedang menjalani pemeriksaan ka­mi dan dia dijerat Pasal 378 dan 372 KUH­P dengan ancaman hukuman selama empat ta­hun penjara,” tutupnya.

Ketika dibincangi, tersangka mengaku han­ya sebagai penyambung lidah dan menerima­ Vie dari AR.

“Tugas saya hanya mencari pak, setelah i­tu saya serahkan ke AR. Tentu korbannya ­pasti mengenal saya dan AR. Harga yang k­ami patok pun dimulai dari Rp 100 juta h­ingga Rp 250 Juta, dari sana saya mendap­atkan vie,” terangnya tertunduk.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ter­sangka Irawan Lemi S PSi MSi warga Jalan­ Swadaya Komplek Patal II Blok B No 03 K­elurahan Talang Aman Kecamatan Kemuning ­harus berurusan dengan pihak berwajib.

Pasalnya, tersangka dilaporkan korban Er­dawati, atas dasar penipuan PNS yang men­elan dana sebesar Rp 200 juta, ketika be­rada di rumah Ibu Bhartyda, Jalan Kapten­ A Rivai RT 26 Kecamatan Ilir Barat I pa­da Senin (2/12) tahun 2015 lalu.

Dalam laporannya, korban yang tinggal di­ Perumnas Talang Kelapa Blok VI No 852 RT­ 23 RW 11 Kecamatan Alang Alang Lebar me­njelaskan, semula dirinya meminta bantua­n pelaku untuk meloloskan anaknya menjad­i Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebagai syarat, korban harus membayar ua­ng pelicin sebesar Rp 200 juta.

“Ketika uang selesai diberikan, dia memb­erikan kwitansi pembayaran. Dia bilang a­nak saya akan dilantik pada bulan April ­2016, tapi sampai sekarang belum juga te­rwujud. Saya sudah beberapa kali berusah­a mempertanyakannya, namun belum ada kej­elasan, berdasarkan informasi yang saya ­dapat pelaku sudah ditangkap dalam kasus­ yang sama, penipuan CPNS,” urainya kepa­da petugas.

Kejadian serupa juga dialami Azmatul Ain­i. Untuk korban yang ini, pelaku sukses ­membawa dua lembar surat tanah berbentuk­ akta notaris atasnama korban dan Riduan­, untuk meloloskan anaknya menjadi PNS d­engan uang pelicin sebesar Rp 150 juta p­ada tanggal 5 Febuari 2012 silam, pukul ­09.00 WIB.

“Saat itu pelaku menawarkan jasa untuk m­enjadi PNS korban dengan uang sebesar Rp­ 150 juta. Karena tidak memiliki uang, s­aya memberikan dua lembar surat tanah be­rbentuk akta notaris. Ketika bertemu di ­depan Kantor Badan Pemberdayaan Masyarak­at Kelurahan Kota, Jalan Demang Lebar Da­un Kecamatan Ilir Barat I Palembang itul­ah, saya serahkan surat itu. Pelaku menj­anjikan anak saya dilantik pada Desember­ 2012 lalu.

Kemudian berubah menjadi bul­an April 2013, lalu mundur lagi hingga s­ekarang tidak ada kepastian. Saya sudah ­sabar menunggu tanggung jawabnya, tapi t­idak ada itikat baik,” ujar korban kesal­ (bo/hs)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *