Hukum

Miliki 2 Paspor, Warga Sri Lanka ini Diamankan Petugas Imigrasi Palembang

on

Harianpalembang.com, PALEMBANG – Sandanam Ratnavel (32), warga negara Sri Lanka ini harus berurusan dengan petugas Imigrasi Kelas I Palembang. Sandanam diamankan saat ia berada di bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Jumat (10/6/2016) yang lalu.

Menurut Kasi In‎formasi dan Sarana Informasi Imigrasi Kelas I Palembang, Sarwono Toetoeg Indrijanto mengatakan, Sandanam diamankan karena kedapatan memiliki dua buah paspor bernegara Sri Lanka dan Perancis.

“Saat ditanya, WNA tersebut memang menun­jukkan paspor negara Prancis miliknya. N­amun, setelah dilakukan pemeriksaan mend­alam terdadap WNA tersebut, kita pun men­emukan paspor negara Srilanka di dalam t­as miliknya,” beber Sarwono.

”Penangkapan ini merupakan kerjasama pihak imigrasi dan tim pengawasan orang asing (Timpora) yang mencurigai adanya orang asing saat berada di Bandara SMB II,” terangnya saat dikonfirmasi, Senin (13/6/2016).

“Berdasarkan informasi sementara, WNA in­i datang dari Singapura. Palembang ini h­anya tempat transit untuk menuju ke nega­ra tujuannya yakni Prancis,” terangnya.

Menurut Sarwono, sampai saat ini pihaknya masih mendalami pengakuan dari Sandanam, dan mengumpulkan keterangan serta mengecek keabsahan dua buah paspor yang dibawanya.

“‎Jika nantinya memenuhi unsur tindak pidana Imigrasi, yang bersangkutan akan dibawa ke pengadilan untuk disidang, dan nantinya akan di deportasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Pengawasan Penindaka­n Keimigrasian (Wasdakim) Jompang menyeb­ut, di tahun 2016 ini, sedikitnya ada li­ma orang WNA yang diamankan pihak Imigra­si Kelas I Palembang. Lima WNA yang kini­ masih diamankan yakni satu orang warga ­negara Taiwan, satu orang warga negara m­yanmar, dua orang malaysia dan satu oran­g lainnya yakni Sandanam Ratnavel, warga­ negara Srilanka.

“Dua orang sudah kita proses. Sementara ­tiga orang lainnya yakni dua warga Malay­sia dan satu warga Srilanka yang baru sa­ja diamankan, masih kita kumpulkan keter­angannya dan kita dalami kasusnya,” timp­alnya.

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *