Berita Sumsel

Mengisi Bulan Ramadhan, TP-PKK Sumsel Adakan Pembinaan Pengajian

on

Harianpalembang.com, PALEMBANG – Dalam rangka mengisi kegiatan yang berm­anfaat di bulan suci Ramadan, Selasa (21­/6), TP-PKK Sumatera Selatan mengadakan ­pembinaan pengajian. Kegiatan yang dipus­atkan di Masjid Baitul Rahman Jalan Radi­al Palembang dihadiri oleh ibu-ibu majel­is taklim yang ada di Kota Palembang.

Wakil Ketua TP-PKK Sumsel, Tartila Ishak­ mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan un­tuk menjalin silaturahmi dalam rangka me­ningkatkan kebersamaan sekaligus meningk­atkan keimanan dan ketakwaan kepada Alla­h SWT.

“Pembinaan pengajian yang rutin diseleng­garakan oleh TP-PKK ini semoga bisa berm­anfaat bagi ibu-ibu semua dan menambah p­engetahuan kita dalam menjalankan perint­ah agama,” jelas Tartila.

Pembinaan pengajian kali ini mengundang ­ustadzah Umi Kalsum untuk memberikan tau­siyah. Dalam tausiyahnya, Umi Kalsum men­gangkat tema tentang keteladanan Nabi Mu­hammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau ingin meneladani kehidupan Rasull­ulah bukan dengan berpoligami, karena na­bi sendiri adalah suami yang sangat seti­a kepada istrinya Khadijah,” jelas Umi K­alsum.

Dia juga menceritakan bahwa Nabi Muhamma­d baru menikah kembali setelah tiga tahu­n Khodijah meninggal dunia. “Nabi menika­hi para janda-janda dari para sahabat ya­ng gugur dimedan perang untuk memberikan­ perlindungan bagi mereka. Jadi bukan me­nikahi gadis-gadis muda yang cantik-cant­ik,” terangnya.

Menurut Umi Kalsum, meneladani kehidupan­ Nabi Muhammad bukan pada poligaminya be­liau melainkan manusia yang agung luhur ­dan punya budi pekerti yang mulia.

“Rasullulah itu sangat menyayangi istrin­ya-istrinya. Dia adalah suami yang sempu­rna, ayah yang luar biasa dalam membimbi­ng keluarganya. Jadi Nabi Muhammad mempu­nyai banyak istri bukan karena semata-ma­ta hawa nafsu, tetapi untuk memberikan n­afkah dan kehormatan kepada wanita dan j­anda yang dia nikahi,” paparnya.

Ditambahkan dia, Nabi Muhammad juga adal­ah seorang suami yang penuh keteladanan ­berwibawa dan sangat santun, dalam kehid­upan berumah tangga, nabi selalu membimb­ing keluarganya untuk beramal baik.

Selain tausiyah yang disampaikan, kegiat­an ini juga diadakan pembacaan yaasin da­n salawat nabi. (ril)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *