Berita Palembang

Mahasiswa Unsri Kena Todong di Angkot, Penodong ditembak Polisi

on

Harianpalembang.com, PALEMBANG – Satu jam usai melakukan aksi penodongan di angkutan kota, tiga pelaku langsung dibekuk oleh aparat Polresta Palembang.

Ketiga pelaku yakni Adi (29), warga Jalan DI Panjaitan Lorong Lama, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Palembang, Agus Salim (34), warga Jalan Ahmad Yani, Lorong Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang.

kemudian Tarmidi (36), warga Desa Lingkis, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Bahkan oleh polisi, ketiganya dihadiahi timah panas lantaran mencoba kabur.

Diketahui, ketiganya ditangkap usai polisi menerima laporan penodongan yang dialami korban Muhamad Fadlim Uqba (18), warga Jalan Yos Sudarso Lorong Sehati II, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, yang merupakan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri).

Dalam laporan itu, korban mengatakan telah menjadi korban penodongan yang dilakukan ketiga tersangka, di dalam angkutan kota (angkot) jurusan Lemabang-Ampera saat melintas di kawasan Monpera.

Dari laporan itulah, aparat Satuan Intelkam langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran. Rupanya, saat itu ketiga tersangka masih berada di lokasi sehingga tersangka yang sudah diketahui ciri-cirinya itu pun langsung dibekuk.

“Mereka ini resedivis dan memang sudah menjadi target kita. Usai mendapat laporan itu, kita langsung mengejar para tersangka. Kita juga beri tindakan tegas kepada ketiga tersangka tersebut. Mereka berempat, satu tersangka masih kita kejar,” ujar Kasat Intelkam Polresta Palembang Kompol Budi Santoso.

Dari tangan tersangka, sambung Budi, pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu bila sajam yang digunakan para tersangka untuk menjalankan aksinya, dompet dan handphone milik korbannya.

“Kita terus melakukan pengembangan kasus ini. Kemungkinan masih ada korban lainnya. Karena di dompet salah seorang tersangka ada KTP milik korban lain,” katanya.

Sementara itu, korban Fadlim mengatakan kejadian bermula saat ia pulang dari kuliah di Unsri dengan menggunakan angkutan.

Tiba di lokasi kejadian, naiklah empat orang tersangka yang langsung menodongkan pisau di bagian perutnya.

“Mereka meminta dompet dan handphone saya. Karena takut, saya pun menyerahkannya. Mereka juga sempat memeriksa tas yang saya bawa, mungkin mereka kira isinya ada laptop,” ujar korban.

Salah seorang tersangka Agus tak menampik jika ia dan ketiga temannya melakukan aksi penodongan itu. Tersangka, mengatakan jika dirinya yang mengancam korban dengan sebilah pisau.

“Kalau berhasil, rencananya handphone itu akan kami jual, dan uangnya kami bagi berempat, tapi terburu ditangkap polisi,” akunya sambil meringis kesakitan. (sindo)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *