Berita Sumsel

Lahan Ganti Rugi Jauh Dari Pemukiman, Warga Rupit Muratara Protes

on

Banyuasin Online, Muratara – Ratusan suku anak dalam menolak untuk beranjank dari lahan PT Lonsum (London Sumatera) Kecamatan Rupit. Mereka masih menunggu keputusan yang pasti antara pemerintah dan pihak perusahaan soal gantirugi yang dijanjikan PT Lonsum.

Salah seorang warga Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara Sumsel, Sobir (57) mengatakan mereka tetap menolak ganti rugi lahan 1.400 hektare yang dijanjikan perusahaan perkebunan itu. “Kami sampai sekarang belum dapat ganti rugi sama sekali, kami selalu dijanjikan akan diganti tapi sampai saat ini tidak ada bukti, semua hanya angan-angan,” katanya.

Ia mengatakan warga Desa Tebing Tinggi sudah 10 kali ditawari oleh pihak perusahaan untuk lahan ganti rugi seluas 1.400 hektare yang berada di Desa Transos, Kecamatan Rupit. Namun, warga menolak, karena areal tersebut merupakan hutan belantara yang belum digarap dan jauh dari pemukiman mereka. Hal ini tentu menyulitkan warga yang akan menempati lahan tersebut.

“Kami idak galak dipindah kesano, kami ini penduduk asli sini, Perusahaan itu baru masuk ke sini. Dio sudah salah ngerebut tanah kami, tapi ngapo kami yang diusir dari tanah kami, kami dijanjikan lahan plasma tapi sampai saat ini tidak ada yang dibagikan kepada kami,” ujarnya.

Awal perseteruan warga Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Rupit bermula pada 1995, di mana sejumlah lahan milik masyarakat suku anak dalam yang berada di hutan lindung digusur pihak PT Lonsum. Lalu mereka telah berulang kali melakukan aksi protes dan menghasilkan kesepakatan bahwa pihak perusahaan harus menyediakan lahan seluas 2.500 hektare yang diperuntukkan untuk 1.000 hektare bagi masyarakat Desa SP 9, dan 1.400 hektare untuk masyarakat Tebing Tinggi dan 100 hektare diperuntukan untuk sarana publik.

Informasi terakhir ganti rugi lahan seluas 1.000 hektare kepada masyarakat desa SP 9 telah dilaksanakan. Sementara itu, lahan 1.400 untuk masyarakat Desa Tebing Tinggi belum dibagikan. (Kini/bo)

Recommended for you

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *